| JudulKOMPOSISI DAN STRUKTUR VEGETASI PADA HABITAT TANGKASI (Tarsius Dentatus) DI KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU DESA KAMARORA B KABUPATEN SIGI |
| Nama: ABD. LATIF |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Tangkasi merupakan primata primitif dari famili Tarsidae, satu-satunya famili yang bertahan dari ordo Tarsiioferms. Tangkasi digolongkan dalam satwa yang dilindungi karena satwa ini dikategorikan dalam IUCN dengan status rentan (vulnerable) dan tercantum di dalam CITES appendix II yang kemungkinan akan punah akibat perdagangan satwa liar. Sampai saat ini tangkasi di Sulawesi dan pulau disekitarnya mengalami ancaman yang sangat serius, karena adanya kecenderungan penurunan kepadatan populasi tarsius di Taman Nasional Lore Lindu. Kecenderungan penurunan kepadatan populasi tangkasi merupakan salah satu pengaruh dari perubahan komposisi vegetasi dan struktur pohon, adanya gangguan baik yang bersifat alami maupun yang disebabkan oleh tindakan dan kelalaian dari manusia merupakan salah satu faktornya. Tujuan dari penelitian ini adalah menginventarisasi dan menganalisis komposisi vegetasi dan struktur pohon yang berada di habitat tangkasi di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu Desa Kamarora B Kabupaten Sigi. Penelitian ini akan dilakukan dan dilaksanakan selama 3 bulan yaitu dari bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2024, yang bertempat di Desa Kamarora B Kecamatan Nokilalaki Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan cara pengamatan langsung (Direct observation) menggunakan dua metode yaitu, penempatan petak contoh dengan menggunakan transek jalur (Strip transect) menggunakan metode petak berganda untuk pengambilan data komposisi vegetasi pada habitat tangkasi, Data hasil analisis komposisi vegetasi pohon di habitat tarsius akan dianalisis dengan menggunakan rumus indeks nilai penting (INP), yang dihitung berdasarkan jumlah seluruh nilai Frekuensi Relatif (FR), Kerapatan Relatif (KR), dan Dominasi Relatif (DR). Sedangkan pengambilan data struktur pohon menggunakan metode diagram profil dan dianalisis menggunakan software SExI-FS. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 17 jenis komposisi vegetasi sebagai penyangga keberlangsungan hidup dari tarsius. Diantaranya yaitu 12 jenis tumbuhan pada tingkat pohon dengan 73 individu, 5 jenis tumbuhan pada tingkat tiang dengan 147 individu, 4 jenis tumbuhan pada tingkat pancang dengan 107 individu, dan 7 jenis tumbuhan pada tingkat semai dengan total 81 individu. Sedangkan pada struktur vegetasi diketahui memiliki karakteristik diameter yang cukup bervariasi dan ditemukan 3 stetifikasi vegetasi dengan stratum B, C, dan D. |