Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulAnalisis Spasial Sebaran Lahan Kritis Pada Kawasan Hutan Lindung Di Wilayah KPH Unit VIII Kulawi
Nama: LOLO MILO PUTRA
Tahun: 2026
Abstrak
Lahan kritis adalah kondisi degradasi biofisik lahan (fisik, kimia, dan biologis) yang terjadi akibat ketidaksesuaian pemanfaatan lahan dengan kapabilitas alaminya. Pemetaan dan identifikasi spasial lahan kritis sangat penting untuk perencanaan strategis dalam rangka konservasi tanah dan pengembangan sumber daya alam. Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang diintegrasikan dengan data Pengindraan Jauh (seperti Landsat 8 dan DEMNAS) merupakan metode utama untuk mengidentifikasi sebaran kekritisan lahan. Pendekatan ini mempermudah analisis geospasial yang akurat, sekaligus mengeliminasi keterbatasan metode pemetaan manual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengestimasi tingkat kekritisan lahan yang ada di dalam kawasan hutan lindung. Secara spesifik, penelitian ini berfokus pada wilayah KPH Unit VIII Kulawi dengan menghitung dan memetakan luasan serta sebaran spasial tingkat kekritisan lahan di kawasan hutan tersebut. Analisis spasial terintegrasi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), Citra Satelit Landsat 8, dan DEMNAS mengklasifikasikan tingkat kekritisan lahan di kawasan hutan lindung KPH Unit VIII Kulawi menjadi lima kelas, mulai dari Tidak Kritis (TK) hingga Sangat Kritis (SK). Secara kuantitatif, kawasan ini didominasi oleh tingkat kekritisan lahan Agak Kritis (AK), mencakup luasan terbesar yaitu 47.850,92 ha (41,33%), diikuti oleh kelas Potensial Kritis (PK) dengan 42.055,69 ha (36,33%). Tingkat Tidak Kritis (TK) seluas 17.777,81 ha (15,36%) dan Sangat Kritis (SK) seluas 7.196,57 ha (6,22%) tersebar lebih terbatas, sementara kelas Kritis (K) merupakan kontributor terkecil, hanya mencakup 885,31 ha (0,76%) dari keseluruhan area studi.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

kentangbet https://medwinsoft.com/