Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPengaruh Berbagai Jenis Skarifikasi Terhadap Perkecambahan Benih Saga (Adenathera Pavonina L) Di Persemaian Permanen BPDAS Palu-Poso
Nama: ROSDIANA
Tahun: 2020
Abstrak
Saga (Adenanthera pavonina L) merupakan tanaman obat asli Indonesia yang telah banyak dikenal luas oleh masyarakat. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman saga (Adenanthera pavonina L) yaitu benih tanaman saga (Adenanthera pavonina L) mempunyai sifat dormansi yang tinggi, ini disebabkan oleh kulit benih yang keras sehingga kedap terhadap air. Usaha untuk mematahkan dormansi benih saga (Adenanthera pavonina L) dapat dilakukan dengan cara skarifikasi. Metode skarifikasi mencakup perendaman pada air panas, pengguntingan kotiledon benih saga (Adenanthera pavonina L) dan pengamplasan pada seluruh bagian permukaan benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis skarifikasi terhadap perkecambahan benih saga (Adenanthera pavonina L). Penelitian ini dilakukan di Persemaian Permanen BPDAS Palu-Poso yang terletak di areal Kampus Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan sepuluh kali ulangan. Setiap ulangan terdiri dari lima benih saga (Adenanthera pavonina L). Sehingga benih saga (Adenanthera pavonina L) yang dibutuhkan sebanyak 200 benih. Perlakuan skarifikasi diberi simbol S0 : Tanpa skarifikasi (kontrol), S1 : perendaman pada air panas dengan suhu 100oC selama 10 menit, S2 : pengguntingan pada katiledon, S3 : pengamplasan pada seluruh bagian permukaan benih. Media semai menggunakan bak semai yang diisi dengan campuran tanah (top soil) yang telah diayak dan dicampur dengan arang sekam padi dengan perbandingan 2 : 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai jenis skarifikasi terhadap perkecambahan benih saga (Adenanthera pavonina L) berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter perkecambahan yaitu daya kecambah, kecepatan berkecambah dan keserempakan berkecambah. Daya kecambah, kecepatan berkecambah dan keserempakan berkecambah tertinggi pada perlakuan S3, yaitu pengamplasan pada seluruh permukaan kulit benih. Daya kecambah pada perlakuan S3 dengan nilai tertinggi 0.95%. Kecepatan berkecambah dengan nilai tertinggi 0.03%. Keserempakan dengan nilai tertinggi 4.40%. Sedangkan daya kecambah, kecepatan berkecambah dan keserempakan berkecambah terendah terdapat pada S0, yaitu tanpa perlakuan (kontrol) dengan nilai 0,00%.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up