Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN HUTAN PRODUKSI TERBATAS DI KECAMATAN KULAWI
Nama: MUHAMMAD ADAM SUNI
Tahun: 2020
Abstrak
Alih fungsi lahan atau konversi lahan adalah perubahan sebagian fungsi kawasan atau seluruh kawasan dari fungsi semula (seperti yang direncanakan) menjadi fungsi lain menyebabkan dampak negatif (masalah) terhadap lingkungan dan potensi lahan itu sendiri. Lestari (2009) Alih fungsi lahan juga dapat diartikan sebagai perubahan untuk penggunaan lain disebabkan oleh faktor-faktor yang secara garis besar meliputi keperluan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang makin bertambah jumlahnya dan meningkatnya tuntutan akan mutu kehidupan yang lebih baik. Salah satu penyebab kerusakan hutan adalah deforestasi. Deforestasi menurut FAO (2000) adalah konversi hutan untuk penggunaan lain dengan penutupan kanopi di bawah 10 persen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan selama rentang waktu lima tahunan dengan citra landsat 8 tahun 2014 dan tahun 2019 serta menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan tutupan lahan di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Kecamatan Kulawi. Penelitian ini dilakukan mulai bulan September - November 2019 dengan menggunakan analisis citra terbimbing (supervised) dan analisis regresi logistik biner. Analisis ini dilakukan dengan pembuatan model spasial menggunakan lima faktor yaitu jarak dari jalan, jarak dari pemukiman jarak dari sungai, kemiringan lereng, dan kepadatan penduduk menggunakan metode Regresi Logistik Biner. Hasil klasifikasi tutupan lahan periode 2014 memiliki kelas yaitu hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, perkebunan, tubuh air, awan, dan semak belukar. Sedangkan pada periode 2019 hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, perkebunan, tubuh air, awan, dan semak belukar. Model yang terpilih memiliki nilai goodness of fit dan nilai chi square terbesar. Hasil analisis regresi logistik biner menunjukkan nilai goodness of fit sebesar 5.471.996,86 nilai chi square sebesar 60.287,17 dan pseudo r2 sebesar 0,30 lebih besar dari 0,2 yang menunjukkan model layak digunakan. Pembentukan model spasial di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Kecamatan Kulawi menghasilkan 5 faktor peubah terdiri dari aspek aksesibilitas yaitu, jarak dari jalan, jarak dari pemukiman, jarak dari sungai, kemiringan lereng, kepadatan penduduk. Logit (p) = -2,4087 + 4,2497 (x1) + 2,8150 (x2) - 4,2492 (x3) - 3,0480 (x4) + 4,0100 (x5)

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up