Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulKEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DI BAWAH TEGAKAN PINUS (Pinus Merkusii Jung Et De Vriese) DESA UWEMANJE KECAMATAN KINOVARO KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Nama: ANGELIUS AKMON.M
Tahun: 2019
Abstrak
ANGELIUS AKMON.M- L 131 15 153, Keanekaragaman Makrofauana Tanah di Bawah Tegakan Pinus (Pinus merkusii Jung et de Vriese) Desa Uwemanje Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, Dibimbing oleh Yusran. Makrofauna tanah merupakan bagian dari biologi tanah yang berperan penting dalam perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah melalui proses dekomposisi seresah. Keberadaan aktivitas makrofauna tanah yang berperan sebagai dekomposer diduga berhubungan erat dengan kandungan bahan organik dan hara tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis makrofauna tanah yang berperan dalam proses dekomposisi pada tegakan pinus (Pinus merkusii Jung et de Vriese) di Desa Uwemanje Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai Agustus 2019. Pengambilan makrofauna tanah dilakukan dua bentuk posisi yakni puncak dan lembah. Penelitian ini dimulai dari survey lapangan, penentuan titik, pengambilan sampel dan identifikasi. Pengambilan sampel makrofauna tanah dengan menggunakan kantung seresah ( liter bag ) terbuat dari kain nilon ukuran 20 cm x 20 cm dan lubang 2 x 2 mm. Seresah yang dimasukan adalah seresah campuran didominasi oleh daun. Litter bag ditempatkan secara acak pada dua bentuk posisi masing-massing 12 kantung dengan jarak ± 5 m antar titik. Penangkapan makrofauna menggunakan teknik hand shorting, dimana pemisahan seresah dan makrofauna di dalam kardus, dan makrofauna ditangkap menggunakan kuas kecil dan pinset, serta dimasukan kedalam appendorf yang berisi alcohol 70 %. Pengambilan sampel makrofauna dilakukan selama setiap bulan pada titik yang sudah di tentukan. Identifkasi jenis makrofauna tanah menggunakan buku “ Pengenalan Pelajaran Serangga edisi keenam dan Determinasi Serangga “, serta analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Winer dan indeks similaritas Sorensen. Parameter yang diamati adalah jenis makrofauna, indeks keanekaragaman dan indeks similaritas jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah individu, spesies dan indeks keanekaragaman jenis makrofauna berbeda antara kedua bentuk tegakan yakni Puncak dan Lembah. Jumlah spesies makrofauna pada bagian Lembah lebih tinggi yaitu 17 spesies, dari pada Puncak yaitu hanya 15 spesies. Jumlah individu paling tinggi nampak pula pada Lembah yaitu 114 ekor, dari pada Puncak yang hanya 72 ekor. Nilai indeks keanekaragaman makrofauna yang lebih tinggi nampak pada Lembah 2,65 dan nilai pada Puncak hanya 2,62. Pada nilai indeks similaritas jenis makrofauna yang dihasilkan dari dua bentuk tegakan Pinus adalah 81 %, maka menunjukan jenis makrofauna pada dua bentuk tegakan pinus tersebut tergolong sama, dimana nilai indeks similaritasnya ? 50 %.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up