| JudulANALISIS PROBABILITAS LIKUEFAKSI MENGGUNAKAN METODE GLOBAL GEOSPATIAL MODEL (GGM) DI WILAYAH KOTA PALU |
| Nama: GEORGE TITO P. LOMI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Fenomena likuefaksi yang terjadi di Kota Palu pada 28 September 2018 menyebabkan kerusakan parah akibat hilangnya kekuatan tanah saat terjadi guncangan gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ancaman terjadinya likuefaksi di Kota Palu dengan menggunakan metode Global Geospatial Model. Analisis dilakukan dengan menggabungkan 3 parameter utama, yaitu Percepatan Getaran Tanah Maksimum, Kecepatan Gelombang Geser Rata-Rata Pada Kedalaman 30 meter, dan Indeks Kebasahan Tanah yang diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona ancaman likuefaksi di wilayah penelitian bervariasi dari sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, hingga sangat tinggi. Zona ancaman sangat tinggi berada pada sebagian Kecamatan Palu Selatan, Palu Timur, dan Mantikulore yang didominasi tanah lunak serta memiliki tingkat kejenuhan air yang besar. Zona ancaman tinggi umumnya berada pada wilayah dengan tanah berpasir dan tingkat kejenuhan yang masih tinggi sehingga memberikan respon yang kuat terhadap guncangan gempa. Zona ancaman sedang terdapat pada wilayah dengan material tanah campuran yang memiliki tingkat kejenuhan menengah. Sementara itu, zona ancaman rendah hingga sangat rendah berada di bagian timur Kecamatan Mantikulore dan sebagian Palu Selatan bagian selatan yang ditandai oleh tanah yang lebih padat dan kejenuhan air yang lebih kecil. Metode Global Geospatial Model terbukti efektif dalam pemetaan ancaman likuefaksi dan hasilnya sesuai dengan kejadian sebenarnya pada tahun 2018. Kata kunci: Likuefaksi, Global Geospatial Model (GGM), PGA, Vs30, CTI. |