| JudulACNE PATCH MENGANDUNG NANOPARTIKEL PERAK HASIL GREEN SYNTHESIS DARI EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.): FORMULASI, EVALUASI DAN UJI ANTIBAKTERI |
| Nama: NURUL AULIA PERTIWI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Jerawat (acne vulgaris) merupakan masalah kulit yang umum terjadi akibat peradangan folikel rambut dan kelenjar sebasea oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, dan Propionibacterium acnes. Salah satu upaya pengembangan terapi topikal yang efektif dan ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan acne patch mengandung nanopartikel perak (AgNP) yang disintesis melalui metode green synthesis menggunakan bioreduktor dari kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) yang beraktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan menilai pengaruh variasi konsentrasi kitosan terhadap karakteristik fisik dan aktivitas antibakterinya terhadap S. aureus, S. epidermidis, dan P. acnes. Patch diformulasikan dengan variasi kitosan (0,3–0,7%) menggunakan metode solvent casting. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, ketebalan, daya lipat, keseragaman bobot, pH, kelembapan, laju transmisi uap air (WVTR), serta uji stabilitas melalui cycling test selama enam siklus. Uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, dan Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula 3 memiliki penampilan fisik yang seragam, permukaan halus, elastis, dan homogen, dengan nilai ketebalan 0,46–0,68 cm, daya lipat >200 kali, dan pH dalam rentang 5,2–6,1 yang sesuai dengan pH kulit. Nilai kelembapan berkisar 6,79–8,43?n WVTR menurun. seiring peningkatan konsentrasi kitosan, menunjukkan kemampuan penghambatan uap air yang baik. Aktivitas antibakteri menunjukkan zona hambat terhadap S. aureus (7,72–9,24 mm), P. acnes (11,24–13,35 mm), dan S. epidermidis (8,11–11,64 mm). Setelah cycling test, Meskipun terjadi penurunan, daya hambat F3 tetap stabil secara fisik dan mempertahankan daya hambat di atas 9 mm, menandakan kestabilan fungsional yang baik. Dapat disimpulkan bahwa acne patch yang mengandung nanopartikel perak dari ekstrak kulit pisang kepok berbasis kitosan sebagai polimer menunjukkan kestabilan secara fisik dan efektif sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Kata kunci: acne patch, nanopartikel perak, kulit pisang kepok, kitosan, antibakteri, green synthesis |