| JudulPENGARUH EKSTRAK ETANOL KULIT PETAI (Parkia Speciosa Hassk.) TERHADAP KADAR SGPT PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus Norvegicus) HIPERURISEMIA |
| Nama: DOLFI AGUSTIAN LATAENA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Hiperurisemia merupakan kondisi meningkatnya kadar asam urat dalam darah yang dapat memicu gangguan fungsi hati, salah satunya ditandai dengan peningkatan kadar Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT). Tanaman petai (Parkia speciosa Hassk.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, triterpenoid, dan tanin yang berpotensi bersifat antihiperurisemia sekaligus hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol kulit petai terhadap kadar SGPT pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi hiperurisemia, serta menentukan dosis efektif. Penelitian ini menggunakan 18 ekor tikus yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif (allopurinol), serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak masing-masing 75, 150, dan 300 mg/KgBB. Induksi hiperurisemia dilakukan dengan pemberian jus hati ayam dan kalium oksonat. Pengukuran kadar SGPT dilakukan pada hari ke-0 (H?) dan hari ke-8 (H?). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif mengalami peningkatan kadar SGPT tertinggi, sedangkan kelompok perlakuan ekstrak mampu menekan peningkatan kadar SGPT dengan hasil terbaik pada dosis 300 mg/KgBB (57,53 ± 8,62 U/L). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit petai memiliki potensi sebagai agen hepatoprotektor alami melalui aktivitas penghambatan enzim xantin oksidase dan aktivitas antioksidannya, dengan dosis efektif sebesar 300 mg/kg BB. Kata kunci : Kulit petai, SGPT, hiperurisemia, hepatoprotektor, kalium oksonat. |