| JudulUJI AKTIVITAS HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL DAUN TAMOENJU (Hibiscus Surattensis L.) TERHADAP KADAR SGPT PADA TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus) |
| Nama: JUNITA TODINGLA’BI’ PALILU |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Hepatotoksisitas adalah kerusakan sel hati akibat paparan zat toksik atau obat tertentu. Parasetamol sangat umum digunakan, namun dalam dosis berlebih dapat menyebabkan kerusakan hati yang ditandai dengan peningkatan kadar SGPT. Tanaman tamoenju (Hibiscus surattensis L.) mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi sebagai hepatoprotektor alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi efek hepatoprotektor ekstrak daun tamoenju terhadap kadar SGPT pada tikus putih (Rattus norvegicus) dengan kondisi hepatotoksisitas serta menentukan dosis yang optimal. Ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Sebanyak 18 ekor tikus dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kontrol normal Na-CMC 0,5%, kontrol negatif Na-CMC 0,5%, kontrol positif Curcuma 5,4 mg/kgBB, serta 3 kelompok uji dosis 200, 300, dan 400 mg/kgBB yang diinduksi parasetamol 750 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tamoenju berpengaruh terhadap kadar SGPT tikus putih jantan, dengan dosis 300 mg/kgBB sebagai dosis optimal dalam menekan peningkatan kadar SGPT akibat induksi hepatotoksin pada tikus putih jantan. Kata kunci: Hibiscus surattensis L., SGPT, Hepatotoksisitas, Hepatoprotektor, Parasetamol |