| JudulANALISIS HUBUNGAN KADAR ASAM URAT DAN GLUKOSA DARAH TERHADAP KOMPLIKASI MIKROVASKULAR PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD MADANI PALU |
| Nama: FIRDINI EKA ASTUTI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Hiperurisemia merupakan komorbid yang sering muncul pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 dan dapat memperburuk gangguan metabolik maupun vaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hiperurisemia serta menganalisis hubungan faktor sosio-demografis dan kadar glukosa darah terhadap kejadian hiperurisemia pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Madani Palu. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 30 pasien yang memenuhi kriteria inklusi melalui data rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan Fisher’s Exactw Test, dan analisis prediktif dengan Decision Tree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hiperurisemia sebesar 30%. Tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor sosiodemografis (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), IMT, riwayat keluarga, riwayat penyakit lain, kebiasaan merokok, serta kadar glukosa darah tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap hiperurisemia (p > 0,05). Namun, Decision Tree menunjukkan pola risiko lebih tinggi pada kelompok dewasa akhir dengan IMT obesitas, merokok, dan pendidikan rendah. Variabel yang menunjukkan hubungan signifikan adalah riwayat pengobatan, di mana pengguna insulin lebih banyak mengalami hiperurisemia dibandingkan pengguna sulfonilurea (p = 0,035). Penelitian ini menyimpulkan bahwa hiperurisemia masih cukup umum pada pasien DM tipe 2, meskipun sebagian besar faktor risiko tidak signifikan secara statistik, sehingga diperlu |