Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulTOKSISITAS SUBKRONIK EKSTRAK HERBA BENALU BATU (Begonia Medicinalis) DENGAN PARAMETER HISTOPATOLOGI HATI PADA TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus)
Nama: FALDHANA
Tahun: 2022
Abstrak
Benalu batu (Begonia medicinalis Ardi & D.C Thomas) adalah spesies baru dari familia Begoniaceae. Secara empiris masyarakat suku Wana di Kabupaten Morowali Utara menggunakan tanaman benalu batu untuk mengobati tumor dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas subkronik ekstrak herba benalu batu terhadap gambaran pada histopatologi hati pada tikus putih. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus putih betina yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol Na-CMC 0,5%, kelompok dosis 120 mg/KgBB, kelompok dosis 240 mg/KgBB, dan kelompok dosis 480 mg/KgBB ekstrak herba Benalu Batu. Pemberian ekstrak herba benalu batu dilakukan setiap hari selama 28 hari, kemudian dinekropsi dan diambil organ hati untuk pembuatan preparat histologi. Hasil analisis kualitatif histologi hati mengalami kerusakan pada vena sentralis, sinusoid, perdarahan dan infiltrasi sel radang. Pada analisis kuantitatif histologi hati terdapat degenerasi hidropik pada kelompok kontrol Na-CMC 0,5% sebesar 4,98%, pada kelompok dosis 120 mg sebesar 4,53%, pada kelompok dosis 240 mg sebesar 4,3?n kelompok 480 mg sebesar 4,25%, pada degenerasi lemak pada kelompok kontrol Na- CMC 0,5% sebesar 3,2%, pada kelompok dosis 120 mg sebesar 2,91%, pada kelompok dosis 240 mg sebesar 2,76?n kelompok 480 mg sebesar 3,15%, sementara nekrosis pada kelompok kontrol Na-CMC 0,5% sebesar 9,53%, pada kelompok dosis 120 mg sebesar 6,93%, pada kelompok dosis 240 mg sebesar 5,96?n kelompok 480 mg sebesar 7,96%. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui tingkat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang signifikan (> 0,05) pada kerusakan degenerasi hidropik (p = 0,323) dan degenerasi lemak (p = 0,387) sedangkan pada kerusakan nekrosis (p = 0,000) artinya terdapat perbedaan bermakna pada tiap kelompok. Analisis lanjutan dengan uji Post Hoc LSD, menunjukkan terdapat perbedaan pada kelompok kontrol Na-CMC 0,5?ngan kelompok dosis 120 mg/KgBB, dosis 240 mg/KgBB dan dosis 480 mg/KgBB. Hasil persentase kerusakan ekstrak herba benalu batu masuk dalam kategori aman pada parameter degenerasi hidropik dan degenerasi lemak sedangkan pada parameter nekrosis masuk dalam kategori ringan. Kata Kunci: Begonia medicinalis, Toksisitas Subkronik, Histopatologi, Hati

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up