Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulUJI TOKSISITAS SUBKRONIK EKSTRAK HERBA BENALU BATU (Begonia Medicinalis) DENGAN PARAMETER HISTOPATOLOGI LAMBUNG PADA TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus)
Nama: NUR KHALIFAH RANROE
Tahun: 2022
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan tujuan untuk mengetahui toksisitas subkronik herba benalu batu (Begonia medicinalis) dengan pemeriksaan histopatologi lambung pada tikus putih (Rattus norvegicus) selama 28 hari pemberian dengan dosis bertingkat. Proses pengamatan histologi lambung menggunakan metode pewarnaan Hematoxylin-Eosin yang diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10x. Hasil analisis kualitatif histologi lambung terdapat deskuamasi epitel, pendarahan dan infiltrasi sel radang mengalami kerusakan sel ringan. Analisis kuantitatif terdapat nekrosis pada kontrol Na-CMC 0,5% sebesar 4,67%, dosis 120 mg/KgBB sebesar 6,55%, dosis 240 mg/KgBB sebesar 6,55%, dan dosis 480 mg/KgBB sebesar 4,15%. Pada degenerasi lemak di kelompok kontrol Na-CMC 0,5% sebesar 2,15%, dosis 120 mg/KgBB sebesar 2,23%, dosis 240 mg/KgBB sebesar 2,41%, dan dosis 480 mg/KgBB sebesar 2,31%. Pada degenerasi hidropik di kelompok kontrol Na-CMC 0,5% sebesar 2,93%, dosis 120 mg/KgBB sebesar 4,43%, dosis 240 mg/KgBB sebesar 4,46%, dan dosis 480 mg/KgBB sebesar 3,08%. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA untuk mengetahui tingkat perbedaan antar perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa degenerasi lemak baik pada kelompok kontrol Na-CMC 0,5% maupun kelompok dosis tidak terdapat perbedaan bermakna (P=0,231), dan uji Kruskal-Wallis terdapat perbedaan bermakna pada nekrosis (P=0,000) dan degenerasi hidropik (P=0,003), dilanjutkan uji Mann-Whitney untuk mengetahui tingkat perbedaan antar perlakuan didapatkan hasil nekrosis K-K1 (P=0,003), K-K2 (P=0,004), K-K3 (P=0,005), K1-K3 (P=0,002), dan K2-K3 (P=0,002), sedangkan pada K1-K2 (P=0,873) yang tidak memiliki perbedaan bermakna. Dan hasil degenerasi hidropik didapatkan K-K1 (P=0,002), K-K2 (P=0,005), K1-K3 (P=0,002), dan K2-K3 (P=0,022), sedangkan K-K3 (P=0,463) dan K1-K2 (P=0,801) tidak terdapat perbedaan bermakna. Berdasarkan hasil yang diperoleh tidak menunjukan kerusakan yang signifikan. Sehingga ekstrak benalu batu (Begonia medicinalis) masih kategori aman digunakan.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up