| JudulJENIS-JENIS TANAMAN HIAS YANG DIPERDAGANGKAN DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH |
| Nama: WAHDA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Proyek penelitian berjudul “Spesies tanaman hias yang diperdagangkan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia” dilaksanakan sejak bulan September hingga Desember 2025. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis tanaman hias yang diperdagangkan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. Metode eksplorasi botani digunakan untuk mengamati dan mendata tanaman hias yang diperdagangkan di 6 pusat penjualan tanaman hias di Palu secara langsung. Pengumpulan dan pemotretan semua sampel dilakukan, diikuti dengan identifikasi di Laboratorium Biosistematika Tumbuhan, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, dan Herbarium Celebense (CEB), Universitas Tadulako, Palu. Informasi tambahan, seperti nama lokal, nama botani, famili, dan habitus tumbuhan (bentuk hidup), serta harga, dicatat, dan kemudian sampel yang diberi label disimpan di CEB. Hasil penelitian menunjukkan total 93 spesies tanaman hias yang diperdagangkan, terdiri atas 41 famili, 73 genus tumbuhan berbunga, dan 1 spesies paku. Famili Araceae merupakan yang paling banyak diperdagangkan, diikuti oleh famili Asparagaceae dan Arecaceae, dengan masing-masing 18, 12, dan 7 spesies. Di antara 93 spesies tanaman hias yang tercatat, 34 spesies diklasifikasikan sebagai tumbuhan herba, termasuk; Philodendron giganteum, Aglaonema spp, dll. 26 spesies terdiri dari spesies pohon, termasuk Mangifera indica, Cananga odorata, Monoon longifolium var pendula, dll., dan 18 spesies termasuk dalam kategori semak. Spesies yang diperdagangkan dengan harga tertinggi adalah Ceiba pentandra (Rp. 3-5). Ceiba pentandra (Rp. 3-5 juta) dan diikuti oleh Cycas revoluta, serta Zamia furfuracea dengan harga hingga Rp 3 juta dan Rp. 2,5 juta masing-masingnya. Kata kunci: Keanekaragaman, hias, tumbuhan yang diperdagangkan, Palu. |