| JudulPENGEMBANGAN SENYAWA AKTIF DAUN TARANTAN (Tournefortia Pubescens Hook.f.) SEBAGAI ANTI-AGING MELALUI PENDEKATAN KOMPUTASI |
| Nama: MUNAJIA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Tanaman Tarantan (Tournefortia pubescens Hook. f.) merupakan tanaman yang secara tradisional dimanfaatkan dalam pengobatan masyarakat untuk mengatasi peradangan, demam, dan gangguan pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta memprediksi potensi aktivitas anti-aging melalui pendekatan komputasi (in silico). Tahapan penelitian meliputi identifikasi senyawa aktif, prediksi target protein menggunakan basis data SEA, TargetNet, SwissTargetPrediction, STRING DB, Cytoscape, Metascape, dan UniProt, analisis penambatan molekuler (molecular docking), serta evaluasi sifat farmakokimia dan farmakokinetik melalui analisis ADMET. Hasil identifikasi menunjukkan empat senyawa yang memenuhi kriteria ADMET, yaitu p-Methoxy-N-(piperidinomethyl) benzamide, 2-(Piperidine-1-carbonyl)aniline, dl-?-Tocopherol, dan Squalene. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa dl-?-Tocopherol memiliki energi pengikatan paling rendah terhadap tiga dari empat target reseptor, yaitu MMP-9 (PDB ID: 8K5Y) sebesar -8,8 kkal/mol, SIRT1 (PDB ID: 4I5I) sebesar -9,9 kkal/mol, dan TNF-? (PDB ID: 6OP0) sebesar -10,5 kkal/mol. Sementara itu, pada reseptor BCL-2, Squalene menunjukkan energi pengikatan paling rendah sebesar -8,1 kkal/mol. Berdasarkan analisis energi ikatan, interaksi molekuler, serta parameter ADMET, dl-?-Tocopherol dan Squalene berpotensi sebagai kandidat senyawa anti-aging yang menjanjikan. Namun, diperlukan validasi lebih lanjut melalui uji in vitro dan in vivo untuk mengonfirmasi aktivitas biologisnya secara eksperimental. |