| JudulPenentuan Faktor Koreksi Kalibrasi Surveymeter Menggunakan Sumber Radiasi Gamma Standar |
| Nama: AYU WULANDARI KISMAN |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Telah dilakukan penelitian mengenai penentuan faktor koreksi kalibrasi surveymeter menggunakan sumber radiasi gamma standar di Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai faktor koreksi kalibrasi surveymeter menggunakan sumber radiasi gamma standar. Metode penelitian dilakukan melalui pengukuran laju dosis pada jarak 175 cm dan 200 cm menggunakan sumber radiasi gamma Cs-137 dengan absorber ABS-1 dan ABS-3. Pengukuran dilakukan sebanyak lima kali pengulangan pada masing-masing surveymeter untuk memperoleh nilai rata-rata yang representatif, kemudian dibandingkan dengan nilai laju dosis standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju dosis standar yang digunakan untuk surveymeter Ranger, Monitor 200, dan Inspector berturut-turut sebesar 791,3 µSv/h, 744,5 µSv/h, dan 741,5 µSv/h. Rata-rata hasil pembacaan yang diperoleh masing-masing sebesar 685,1 µSv/h, 743,6 µSv/h, dan 775,9 µSv/h. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai faktor kalibrasi (FK) sebesar 1,16 pada surveymeter Ranger, 1,00 pada Monitor 200, dan 0,96 pada Inspector. Nilai Kesalahan Terhadap Penunjukan (KTP) yang diperoleh berturut-turut sebesar ±13,24%, ±0,12%, dan ±4,64%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa surveymeter Monitor 200 memiliki tingkat akurasi paling baik karena menghasilkan faktor kalibrasi yang mendekati nilai ideal, yaitu 1, dengan nilai KTP paling kecil dibandingkan surveymeter lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketiga surveymeter masih dapat digunakan untuk pengukuran laju dosis radiasi gamma setelah dilakukan penerapan faktor koreksi sesuai hasil kalibrasi yang diperoleh. Kalibrasi secara berkala perlu dilakukan untuk menjaga akurasi, ketertelusuran, dan keandalan hasil pengukuran radiasi sesuai dengan standar yang berlaku. |