| JudulANALISIS PENGARUH TEMPERATUR DAN RADIASI MATAHARI TERHADAP EFISIENSI PANEL SURYA SEBAGAI SECOND ROOFTOP |
| Nama: SICILIA TAMPOMA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Sistem pemasangan panel surya sebagai second rooftop menciptakan ruang udara di bawah panel yang dapat mempengaruhi pelepasan panas selama proses operasional. Kondisi tersebut menarik untuk dikaji karena temperatur panel dan radiasi matahari merupakan dua faktor yang mempengaruhi efisiensi konversi energi panel surya monocrystalline. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran distribusi panas temperatur pada permukaan panel surya, menganalisis pengaruh temperatur dan radiasi matahari terhadap efisiensi panel surya yang dipasang sebagai second rooftop. Pengukuran lapangan dilakukan selama 30 hari pada rentang waktu pukul 10.00-16.00 WITA menggunakan sensor DHT22, piranometer, misol weather station, thermal imager, serta sistem monitoring berbasis ESP32. Data pengukuran temperatur panel, temperatur lingkungan, radiasi matahari, kecepatan angin serta perhitungan tegangan rangkaian terbuka (Voc), arus hubung (Isc), distribusi temperatur permukaan panel, daya keluaran, dan efisiensi panel surya dianalisis menggunakan korelasi pearson dan regresi polinomial. Hasil thermal image memperlihatkan adanya perbedaan distribusi temperatur pada permukaan panel surya. Temperatur terendah tercatat sebesar 37°C dengan distribusi temperatur yang relatif seragam, sedangkan pada temperatur rata-rata 41,27°C dan temperatur maksimum 45°C mulai terlihat variasi temperatur pada beberapa area permukaan panel. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai korelasi radiasi matahari terhadap efisiensi sebesar 0,9998, korelasi temperatur panel terhadap efisiensi sebesar 0,0628, korelasi temperatur lingkungan terhadap temperatur panel sebesar 0,3215 dan kecepatan angin terhadap temperatur panel sebesar 0,2825, serta korelasi temperatur panel terhadap tegangan (Voc) sebesar 0,0606. Hal ini menunjukkan radiasi matahari menjadi faktor yang paling dominan mempengaruhi efisiensi panel surya. Sistem second rooftop menggunakan PV menjaga kondisi termal panel melalui sirkulasi udara alami pada bagian bawah modul. Sistem pemasangan panel surya sebagai second rooftop menciptakan ruang udara di bawah panel yang dapat mempengaruhi pelepasan panas selama proses operasional. Kondisi tersebut menarik untuk dikaji karena temperatur panel dan radiasi matahari merupakan dua faktor yang mempengaruhi efisiensi konversi energi panel surya monocrystalline. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran distribusi panas temperatur pada permukaan panel surya, menganalisis pengaruh temperatur dan radiasi matahari terhadap efisiensi panel surya yang dipasang sebagai second rooftop. Pengukuran lapangan dilakukan selama 30 hari pada rentang waktu pukul 10.00-16.00 WITA menggunakan sensor DHT22, piranometer, misol weather station, thermal imager, serta sistem monitoring berbasis ESP32. Data pengukuran temperatur panel, temperatur lingkungan, radiasi matahari, kecepatan angin serta perhitungan tegangan rangkaian terbuka (Voc), arus hubung (Isc), distribusi temperatur permukaan panel, daya keluaran, dan efisiensi panel surya dianalisis menggunakan korelasi pearson dan regresi polinomial. Hasil thermal image memperlihatkan adanya perbedaan distribusi temperatur pada permukaan panel surya. Temperatur terendah tercatat sebesar 37°C dengan distribusi temperatur yang relatif seragam, sedangkan pada temperatur rata-rata 41,27°C dan temperatur maksimum 45°C mulai terlihat variasi temperatur pada beberapa area permukaan panel. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai korelasi radiasi matahari terhadap efisiensi sebesar 0,9998, korelasi temperatur panel terhadap efisiensi sebesar 0,0628, korelasi temperatur lingkungan terhadap temperatur panel sebesar 0,3215 dan kecepatan angin terhadap temperatur panel sebesar 0,2825, serta korelasi temperatur panel terhadap tegangan (Voc) sebesar 0,0606. Hal ini menunjukkan radiasi matahari menjadi faktor yang paling dominan mempengaruhi efisiensi panel surya. Sistem second rooftop menggunakan PV menjaga kondisi termal panel melalui sirkulasi udara alami pada bagian bawah modul. |