| JudulPENGARUH KEKOTORAN ALAMI PADA PANEL SURYA TERHADAP DAYA DAN ENERGI YANG DIHASILKAN |
| Nama: ADI SANJAYA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan strategi penting dalam mengatasi keterbatasan energi fosil dan tantangan lingkungan, mengingat potensi iradiasi matahari yang melimpah, khususnya di Indonesia. Namun, dalam pengoperasian berkelanjutan, panel surya rentan terhadap kekotoran alami seperti debu dan partikel lain yang dapat menghalangi sinar matahari dan secara keseluruhan menurunkan daya output serta energi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekotoran panel surya terhadap daya dan energi listrik yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui pengamatan dan tindakan langsung (action research). Penelitian dilakukan di Desa Buluri, Kota Palu dengan membandingkan hasil pengukuran dua buah panel surya jenis polycrystalline 30 Wp , yaitu panel dalam kondisi bersih dan panel yang dibiarkan kotor secara alami akibat debu dari aktivitas tambang galian batu pecah dan kendaraan. Pengambilan data dilakukan setiap satu jam dari pukul 09:00 hingga 16:00. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara daya dan energi yang dihasilkan oleh panel surya bersih dan panel surya kotor. Sebagai contoh, pada hari pertama, rata-rata selisih daya output adalah 1.83 Watt , dan selisih energi kumulatif pada pukul 16:00 mencapai 8 Wh. Pada hari kesepuluh, rata-rata selisih daya mencapai 3.05 Watt dan selisih energi komulatif mencapai 22.5 Wh. Secara umum, kekotoran alami pada permukaan panel surya terbukti menurunkan kinerja panel dalam menghasilkan daya dan energi listrik. Kata Kunci: Panel Surya, Kekotoran Alami, Daya Listrik, Energi Listrik, Polycrystalline. |