| JudulPENGARUH INFILL FILAMEN 3D PRINTER TERHADAP KEKUATAN BENDING DAN SOBEK |
| Nama: MOH. KADRI GALUS |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Moh Kadri Galus, Pengaruh Infill Filamen 3D Printer terhadap Kekuatan Bending dan Sobek. Dibimbing oleh (Sri Chandrabakty dan Muhammad Syaiful Fadly A. Majid). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi pola infill terhadap kekuatan lentur (bending) dan kekuatan sobek (tear strength) pada spesimen hasil cetakan 3D berbahan Polylactic Acid (PLA) menggunakan printer Fused Deposition Modeling (FDM) Bambu Lab A1 Mini. Empat jenis pola infill yang diuji adalah rectilinear, honeycomb, gyroid, dan triangles dengan tingkat pengisian 20?n 100%. Pengujian dilakukan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) berdasarkan standar ASTM D790 untuk uji lentur dan ISO 34 untuk uji sobek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pola dan persentase infill mempengaruhi kekuatan mekanik spesimen secara signifikan. Kekuatan lentur tertinggi sebesar 88,051 MPa oleh pola rectilinear dengan infill 100%, diikuti dengan pola honeycomb 45,481 MPa, gyroid 31,586 Mpa, triangles 30,257 Mpa dengan infill 20?n kekuatan sobek tertinggi sebesar 30,01 N/mm dicapai oleh pola rectilinear dengan infill 100%, diikuti honeycomb 29,73 N/mm Mpa, gyroid 25,42 N/mm, triangles 23,93 N/mm dengan infill 20%. Sebaliknya, pola triangles dengan infill 20% mencapai kekuatan lentur terendah sebesar 30,257 MPa dan kekuatan sobek terendah sebesar 23,93 N/mm dengan infill 20%. Sementara pola honeycomb terbukti paling efisien karena mampu menjaga keseimbangan antara penggunaan material dan kekuatan struktural, peningkatan persentase infill biasanya meningkatkan kekuatan mekanik. Oleh karena itu, dalam proses pencetakan 3D dengan PLA, pola infill rectilinear, honeycomb, gyroid, triangles dan tingkat pengisian yang tepat dapat meningkatkan kinerja mekanik dan efisiensi material. Kata kunci: 3D printing, PLA, pola infill, kekuatan lentur, kekuatan sobek, FDM. |