Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPENGARUH VARIASI KECEPATAN SPINDEL DAN JENIS CAIRAN PEMOTONGAN BERBASIS MINYAK NABATI PADA PROSES PEMBUBUTAN METODE MINIMUM QUANTITY LUBRICATION TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN
Nama: I GEDE SURYA ADI WIRYATAMA
Tahun: 2026
Abstrak
I GEDE SURYA ADI WIRYATAMA, Pengaruh Variasi Kecepatan Spindel Dan Jenis Cairan Pemotongan Berbasis Minyak Nabati Pada Proses Pembubutan Metode Minimum Quantity Lubrication Terhadap Kekasaran Permukaan. (Dibimbing oleh Muhammad Rismanto dan Ramang Magga). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Kecepatan Spindel Dan Jenis Cairan Pemotongan Berbasis Minyak Nabati Pada Proses Pembubutan Metode Minimum Quantity Lubrication Terhadap Kekasaran Permukaan. Pengujian dilakukan pada mesin bubut konvensional dengan variasi kecepatan spindel 400 rpm, 800 rpm, 1200 rpm, dengan panjang pemakanan 100 mm, feedrate 0,017 mm/putaran, kedalaman pemakanan 0,5 mm. Variabel bebas yang digunakan adalah jenis pelumas cutting fluid yang terdiri dari minyak jelantah, minyak kelapa, minyak sawit dan minyak jarak, Sedangkan variabel terikat yang di amati adalah kekasaran permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis pelumas dan kecepatan spindel memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai kekasaran permukaan (Ra). Kecepatan spindel dari 400 Rpm, 800 Rpm dan 1200 Rpm cenderung menurunkan nilai kekasaran permukaan Ra pada seluruh kondisi pemotongan. Pada kondisi dry cutting diperoleh nilai kekasaran tertinggi, yaitu 3,545 µm pada 1200 Rpm, sedangkan pembubutan menggunakan pelumas minyak nabati diperoleh nilai kekasaran permukaan pada minyak jelantah sebesar 2,079 µm pada kecepatan 1200 Rpm, minyak kelapa 2,963 µm pada kecepatan 1200 Rpm, minyak sawit 2,854 µm pada kecepatan 1200 Rpm, dan minyak jarak 1,316 µm pada 1200 Rpm. Penggunaan pelumas berbasis minyak nabati terbukti mampu mengurangi kekasaran permukaan secara signifikan dibandingkan drycutting. Minyak jarak menghasilkan nilai Ra terendah sebesar 1,316 µm pada 1200 Rpm. Minyak jarak menghasilkan nilai kekasaran permukaan paling rendah karena dipengaruhi oleh viskositas minyak jarak yang lebih tinggi, sehingga mampu membentuk lapisan pelumas yang lebih tebal dan stabil serta memiliki daya lekat yang baik pada permukaan logam, sehingga gesekan dan pembentukan built-up edge dapat ditekan secara baik. Kata kunci : Minimum Quantity Lubrication (MQL), minyak nabati, Kecepatan spindle, kekasaran permukaan.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

#