Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPENGARUH TEMPERATUR HOT PRESS TERHADAP OPEN HOLE TENSION KOMPOSIT HIGH DENSITY POLYETHYLENE YANG DIPERKUAT SERAT ROTAN
Nama: HENDRY FORTUNA TANGKAU
Tahun: 2023
Abstrak
Hendry Fortuna Tangkau program studi Teknik Mesin Universitas Tadulako. Pengaruh Temperatur Hot Press Terhadap Open Hole Tension Komposit High Density Polyethilene Yang Dierkuat Serat Rotan, (dibimbing oleh Bakri) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik open hole tension dan jenis patahan yang terjadi pada komposit dengan variasi temperatur 150°C, 170°C, 190°C dan 210°C. Komposit tersusun atas serat rotan sebagai penguat dan HDPE sebagai matriks pengikat. Metode pencetakan komposit adalah hot press yang diikuti dengan penekanan. Hasil cetakan komposit dibuat spesimen uji tarik sesuai dengan standar ASTM D-5766. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Tadulako. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa temperatur hot press sangat berpengaruh terhadap komposit high density polyethylene yang diperkuat serat rotan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi temperatur yang diberikan maka semakin menurun sifat mekanik dari komposit tersebut. Kekuatan tarik tertinggi yaitu pada komposit dengan temperatur 150°C sebesar 11,855 MPa untuk spesimen tanpa lubang dan 9,53MPa untuk spesimen berlubang. Sedangkan kekuatan tarik terendah yaitu pada komposit dengan variasi temperatur 210°C sebesar 8,23MPa untuk spesimen tanpa lubang dan 7,38MPa untuk spesimen berlubang. Modulus elastisitas tertinggi yaitu pada komposit dengan variasi temperatur 150°C sebesar 135,37MPa untuk spesimen tanpa lubang dan 123,04MPa untuk spesimen berlubang. Sedangkan modulus elastisitas terendah yaitu pada variasi temperatur 210°C sebesar 107,53MPa untuk spesimen tanpa lubang dan 105,77MPa untuk spesimen berlubang. Regangan tarik tertingi yaitu pada komposit dengan variasi temperatur 150°C sebesar 0,084 untuk spesimen tanpa lubang dan 0,056 untuk spesimen berlubang. Sedangkan regangan tarik terendah berada pada variasi temperatur 210°C sebesar 0,069 untuk spesimen tanpa lubang dan 0,046 untuk spesimen berlubang. Nilai residual strength tertinggi yang dihasilkan oleh komposit dengan lubang terdapat pada temperatur 150°C yaitu 19,56% sedangkan yang terendah terdapat pada temperatur 210°C dengan nilai 10,31%. Variasi temperatur hot press mempengaruhi model patahan yang terjadi pada spesimen, semakin tinggi temperatur yang diberikan maka spesimen akan mengalami overload yang diakibatkan oleh serat yang mulai rapuh karena serat mengalami kehangusan. Spesimen 150°C mengalami fiber pull out, spesimen 170°C mengalami matrik flow, dan spesimen 190°C dan 210 °C mengalami overload. Kata Kunci: Komposit, serat rotan, kekuatan tarik, open hole

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up