| JudulEVALUASI KELAYAKAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR KOTA SALAKAN, BANGGAI KEPULAUAN |
| Nama: VIRA PRADITHA LAMALI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Saiyong di Desa Saiyong, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, berfungsi sebagai pusat pengelolaan sampah untuk Kota Salakan dan wilayah sekitarnya sejak tahun 2016. Namun demikian, kondisi saat ini menunjukkan ketidaksesuaian yang signifikan dengan standar teknis sanitary landfill. Pengelolaan sampah masih dilakukan secara open dumping, di mana sampah hanya ditumpuk tanpa pemadatan dan penutupan rutin dan tanpa proses pemilahan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi kelayakan TPA Saiyong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi eksisting TPA, menganalisis tingkat kelayakan berdasarkan standar teknis, menemukan hal-hal yang menghambat pengembangan, dan merumuskan rekomendasi untuk pengelolaan TPA Saiyong. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Evaluasi kelayakan yang dilakukan berdasarkan standar teknis, analisis kapasitas lahan untuk menentukan daya tampung dan masa pakai, dan analisis kontribusi untuk mengidentifikasi faktor penghambat utama dalam pengembangan TPA. Hasil penelitian, kelayakan TPA Saiyong berada pada kategori "cukup layak" (58,32%), dengan komponen sarana dan prasarana yang tidak memenuhi standar. Menurut analisis kapasitas lahan, luas lahan saat ini sebesar 44.559 m2 masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pengembangan sanitary landfill yang memerlukan 28.963 m2 atau sekitar 65?ri total luas lahan, sehingga masih ada ruang pengembangan sebesar 35%. Namun, hasil analisis kontribusi menunjukkan bahwa faktor penghambat utama adalah sarana dan prasarana (70,58%), yang dipengaruhi oleh keterbatasan pembiayaan hanya memenuhi sekitar 56?ri total kebutuhan. Sehingga, pengembangan TPA Saiyong menuju sistem sanitary landfill masih memungkinkan secara teknis; namun, untuk memenuhi standar teknis dan berkelanjutan, diperlukan peningkatan pembiayaan, penyediaan sarana prasarana, dan optimalisasi pengelolaan. |