| JudulKELAYAKAN DESA DAMAI MAKMUR SEBAGAI RINTISAN DESA WISATA BERBASIS BUDAYA HINDU DI KECAMATAN NUHON, KABUPATEN BANGGAI |
| Nama: NI PUTU YUSNIA DEWI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Ni Putu Yusnia Dewi (F23121007) “Kelayakan Desa Damai Makmur Sebagai Rintisan Desa Wisata Berbasis Budaya Hindu Di Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai” di bimbing oleh Rusli dan Fitriah Fajar Maghfirah. Desa Damai Makmur di Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai memiliki potensi budaya yang mencolok terutama penerapan Filosofi Tri Hita Karana dalam kehidupan masyarakat serta di dukung oleh potensi wisata alam, namun hingga kini belum ada pengembangan yang terarah maupun kajian kelayakan sebagai desa wisata. Kondisi ini sejalan dengan RPJMD Kabupaten Banggai 2021–2026 yang menegaskan bahwa pariwisata berbasis sejarah, budaya, dan religi belum berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan Desa Damai Makmur sebagai rintisan desa wisata berbasis budaya Hindu serta merumuskan rekomendasi tindak lanjut terhadap aspek yang belum layak. Manfaat penelitian adalah memberikan masukan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam perencanaan Desa Damai Makmur sebagai desa wisata. Lingkup penelitian yaitu komponen pariwisata 4A meliputi atraksi, aksesibilitas, amenitas dan kelembagaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis kelayakan (adaptasi metode ADO–ODTWA Dirjen PHKA, 2003) pada setiap aspek. Data dalam penelitian ini bersumber dari wawancara terhadap 12 informan kunci, observasi lapangan, serta kajian dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan Desa Damai Makmur yaitu 61% masuk dalam kategori “Tingkat Kelayakan Sedang”. Kesimpulannya, pengembangan desa wisata di Desa Damai Makmur dapat diwujudkan dengan memperkuat kelembagaan, meningkatkan amenitas dan aksesibilitas serta mengoptimalkan potensi budaya yang ada. Penelitian ini merekomendasikan tiga arah utama pengembangan, yaitu pembentukan Pokdarwis sebagai pengelola desa wisata, peningkatan infrastruktur dan fasilitas penunjang, serta pengemasan atraksi dan promosi digital. Kata Kunci: Tri Hita Karana, Komponen 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary), Rintisan Desa Wisata, Kelayakan Desa Wisata, Budaya Hindu |