| JudulSTRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN OBJEK WISATA DESA BONGO KECAMATAN BATUDAA PANTAI, KABUPATEN GORONTALO |
| Nama: SITI JULIA KATOBA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Siti Julia Katoba (F23120081) Dengan judul skripsi “Strategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo”. Dibimbing Oleh Luthfi, Aziz Budianta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi wisata religi, budaya dan alam yang dimiliki Desa Bongo, yang terdiri atas Taman Wisata Religi Bubohu, Masjid Walima Emas, dan Pantai Dulanga. Namun, pengembangan kawasan wisata tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya kualitas pengelolaan, kurangnya partisipasi masyarakat, serta belum optimalnya integrasi antar objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata Desa Bongo, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi pengembangan wisata, serta merumuskan strategi pengembangan wisata yang efektif di Desa Bongo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 15 orang yang terdiri atas pemerintah desa, pengelola wisata, masyarakat, dan wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan kawasan wisata Desa Bongo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Bongo memiliki potensi wisata unggulan berupa keindahan alam, kekayaan budaya dan sejarah. Namun, pengembangannya masih terkendala oleh keterbatasan fasilitas wisata, dan sulitnya akses tranportasi ke area wisata Berdasarkan hasil analisis SWOT, dirumuskan strategi pengembangan dengan pendekatan Community-Based Ecotourism (CBT) yang menekankan pada pemberdayaan masyarakarat lokal, pelestarian lingkungan, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Secara keseluruhan, Desa Bongo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan berdaya saing di kawasan batudaa pantai Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Bongo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata terpadu berbasis religi, budaya, dan alam. Pengembangan kawasan wisata dapat dilakukan melalui pendekatan integratif, peningkatan kualitas fasilitas pendukung, penguatan partisipasi masyarakat, serta pengelolaan berkelanjutan guna meningkatkan daya tarik wisata dan kesejahteraan masyarakat lokal. Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Kawasan Wisata, Desa Bongo, Analisis SWOT. |