| JudulPemetaan Persebaran Tempat Evakuasi Sementara (TES) Bencana Tsunami Dengan Memanfaatkan Sarana Peribadatan Dan Pendidikan Di Wilayah Silabeta |
| Nama: MOH. RIFALDI ANANTA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh karakteristik geografis dan geologi kota palu yang menjadi penyebab tingginya kerentanan kawasan pesisir Silabeta terhadap tsunami serta terbatasnya fasilitas evakuasi yang dapat diakses masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memetakan tingkat bahaya tsunami serta menentukan persebaran Tempat Evakuasi Sementara (TES) dengan memanfaatkan sarana peribadatan dan pendidikan di Wilayah Silabeta, Kota Palu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode weighted overlay. Parameter yang digunakan meliputi elevasi, kemiringan lereng, penggunaan lahan, jarak dari garis pantai, jarak dari sungai, jumlah lantai bangunan, serta aksesibilitas sarana terhadap jaringan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir Silabeta didominasi zona bahaya tsunami tinggi hingga sangat tinggi, dengan luas area berisiko mencapai 326 Ha atau sekitar 19?ri total wilayah. Beberapa kelurahan yang termasuk dalam Wilayah Silabeta tercatat Kelurahan Talise sebagai kawasan dengan tingkat bahaya tertinggi, sementara Kelurahan Lere dan Besusu Barat masih didominasi kategori bahaya sedang hingga tinggi atau memiliki proporsi zona aman sangat kecil. Dari 93 sarana peribadatan dan pendidikan yang dianalisis, sebanyak 30 lokasi dinilai memenuhi kriteria sebagai TES, terdiri atas 7 lokasi berkategori “Sesuai” dan 23 lokasi berkategori “Cukup Sesuai”, yang tersebar di Kelurahan Lere, Besusu Barat, dan Talise. Temuan ini diharapkan menjadi acuan dalam perencanaan mitigasi bencana, khususnya dalam penyediaan fasilitas evakuasi yang efektif bagi masyarakat pesisir Silabeta |