Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPERBEDAAN LAMA PENGOMPOSAN SAMPAH MENGGUNAKAN MOL AIR BERAS DAN CAMPURAN BUAH SEBAGAI AKTIVATOR DENGAN METODE TAKAKURA
Nama: WINDA UTARI
Tahun: 2026
Abstrak
PERBEDAAN LAMA PENGOMPOSAN SAMPAH MENGGUNAKAN MOL AIR BERAS DAN CAMPURAN BUAH SEBAGAI AKTIVATOR DENGAN METODE TAKAKURA Winda Utari, Alricha, M Marjan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan efektivitas kompos yang dihasilkan dari pengomposan sampah organik rumah tangga menggunakan metode Takakura dengan aktivator Mikroorganisme Lokal (MoL) dari air cucian beras dan campuran buah apel-jeruk. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana kualitas kompos yang dihasilkan dari penggunaan MoL air cucian beras dan campuran buah apel-jeruk, dan (2) bagaimana efektivitas kedua jenis MoL tersebut dalam proses pengomposan. Penelitian dilakukan selama 10 hari dengan rancangan eksperimen menggunakan 3 perlakuan: MoL air cucian beras, MoL buah apel-jeruk, dan kontrol (tanpa MoL), masing-masing dengan 3 ulangan. Data dikumpulkan melalui pengamatan visual (warna, bau, dan tekstur) serta pengujian kimia terhadap lima parameter utama: nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), karbon organik (C-organik), dan rasio C/N. Selain itu, diukur pula perubahan pH dan suhu selama proses pengomposan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah untuk parameter kimia dan repeated measures ANOVA untuk pH dan suhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan menghasilkan kompos matang dengan karakteristik visual yang memenuhi standar kompos menurut SNI 19-7030-2004. Hasil uji statistik menunjukkan hanya parameter fosfor yang berbeda signifikan antar perlakuan (p = 0,029), di mana MoL buah apel-jeruk menghasilkan kadar fosfor yang lebih tinggi. Parameter kimia lainnya (N, K, C-organik, rasio C/N) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p > 0,05). Pengaruh waktu terhadap perubahan pH dan suhu selama pengomposan sangat signifikan (p = 0,000), tetapi tidak ditemukan perbedaan signifikan antar jenis MoL maupun interaksinya dengan waktu. Dengan demikian, kedua jenis MoL efektif dalam mempercepat pengomposan dan menghasilkan kompos yang baik, namun memiliki keunggulan berbeda: MoL buah lebih efektif meningkatkan fosfor, sedangkan MoL air cucian beras cenderung lebih stabil dalam unsur hara lainnya. Kata Kunci: Kompos, Mikroorganisme Lokal (Mol), Air Cucian Beras, Buah Apel-Jeruk, Metode Takakura, Sampah Organik, Pengomposan

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up