| JudulSTABILITAS LERENG DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA ALTERNATIF PERKUATAN PADA RUAS JALAN KEBUN KOPI |
| Nama: APRIANTO M. ALWI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Menurut penelitian yang dilakukan oleh Badan Geologi (2020), wilayah Sulawesi Tengah termasuk dalam kategori daerah rawan longsor akibat kombinasi faktor geologi, iklim, dan aktivitas manusia. Longsoran yang terjadi di ruas jalan Kebun Kopi-Toboli yaitu longsoran tanah arah bukit dan longsoran tanah arah jurang. Khususnya penelitian ini mengkaji longsoran tanah arah jurang pada ruas jalan Kebun Kopi-Toboli. Stabilitas lereng merupakan aspek penting dalam keberlanjutan infrastruktur jalan, khususnya pada ruas jalan Kebun Kopi–Toboli Km 57+100 yang rawan longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik tanah, mengevaluasi kondisi kestabilan lereng, serta menilai efektivitas kombinasi perkuatan Dinding Penahan Tanah (DPT) dan tiang bor dalam meningkatkan faktor keamanan. Data tanah diperoleh melalui pengeboran hingga kedalaman 28 m, pengujian laboratorium, dan analisis klasifikasi tanah berdasarkan sistem USCS. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa lapisan tanah terdiri dari ML dan SM pada kedalaman 3,5–24 m, sedangkan pada kedalaman lebih dari 25 m ditemukan lapisan batuan (rock). Tanah tersebut memiliki kohesi rendah (0,324–0,399 kg/cm²) dan sudut geser dalam berkisar 20,3°–29,9°, sehingga tergolong rawan longsor. Analisis stabilitas lereng menggunakan metode elemen hingga (Plaxis 2D, model Mohr-Coulomb) menunjukkan kondisi asli lereng memiliki FS 1,470 (kurang stabil). Pengaruh hujan 9,72 mm/jam selama 5 jam, FS turun menjadi 1,350, sedangkan pada kondisi galian konstruksi FS meningkat menjadi 1,540. Penerapan kombinasi perkuatan (Pile, DPT, dan timbunan) menghasilkan FS tertinggi yaitu 1,770, yang merupakan kondisi paling stabil. Pada kondisi perkuatan ditambah beban kendaraan dan hujan, FS tetap berada pada kisaran 1,477–1,520, menunjukkan lereng masih stabil. Namun, pada pengaruh gempa FS menurun hingga 1,200 yang menandakan kondisi stabil Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi DPT dan tiang bor efektif meningkatkan faktor keamanan hingga 20,4% dibanding kondisi asli, serta menekan deformasi lereng pada berbagai kondisi beban. Dengan demikian, metode perkuatan ini direkomendasikan sebagai solusi teknis untuk mitigasi bencana longsor pada ruas jalan Kebun Kopi–Toboli. Kata kunci: Stabilitas lereng, Klasifikasi tanah, DPT, Tiang bor, Plaxis 2D |