| JudulANALISIS RISIKO RANTAI PASOK KONSTRUKSI PADA PROYEK PENGENDALIAN SEDIMEN (SABODAM) DI KABUPATEN SIGI MENGGUNAKAN MODEL SIMULASI MONTE CARLO |
| Nama: ARAS NAFTALI BATTUNG RANTEMASAK |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK ARAS NAFTALI BATTUNG RANTEMASAK, F11223040, Analisis Risiko Rantai Pasok Konstruksi Pada Proyek Pengendalian Sedimen (Sabodam) di Kabupaten Sigi Menggunakan Model Simulasi Monte Carlo (dibimbing Fahirah dan Nina Bariroh Rustiati) Bencana alam yang terjadi seperti gempa bumi, likuifaksi, dan banjir bandang merupakan fenomena alam, peristiwa 28 September 2018 dan di tahun 2019 di Provinsi Sulawesi Tengah, mengakibatkan peningkatan sedimentasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu dan berdampak pada kerusakan infrastruktur di Kabupaten Sigi. Peristiwa ini mendasari Program Infratructure Recontruction Sector Loan (IRSL) sebagai Upaya mengendalikan sedimen (sabodam) Di Desa Namo dan Desa Bolapapu. Rantai pasok pada pelaksanaan proyek berotensi mengalami Risiko yang akan berdampak pada waktu, biaya, dan mutu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko rantai pasok konstruksi pada Proyek Pengendalian Sedimen (Sabodam) di Kabupaten Sigi dengan menggunakan model Simulasi Monte Carlo. Identifikasi risiko dilakukan berdasarkan siklus rantai pasok yang meliputi spesifikasi, pengadaan, transportasi, dan fabrikasi. Data penelitian diperoleh dari kuesioner yang diisi sepuluh responden yang mewakili fungsi manajerial dan operasional proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima risiko utama yang berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan proyek, yaitu perubahan harga material, kelangkaan material, supplier material yang tidak memiliki izin usaha pertambangan (IUP), vendor yang belum terdaftar dalam sistem, serta gangguan transportasi akibat kondisi lapangan seperti longsor. Simulasi Monte Carlo yang dijalankan sebanyak 20.000 iterasi menghasilkan estimasi bahwa proyek menghadapi risiko keterlambatan sebesar 6,23?ri durasi rencana, risiko penurunan mutu sebesar 6,11%, serta risiko peningkatan biaya sebesar 6,08?ri total anggaran proyek. Penelitian ini menyimpulkan strategi mitigasi Risiko yang efektif meliputi diversifikasi pemasok, peningkatan mekanisme verifikasi vendor, optimalisasi manajemen logistik, serta penggunaan teknologi pemantauan material. Kata kunci: Bencana alam, Rantai Pasok, Simulasi Monte Carlo, Proyek Konstruksi |