Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulANALISIS SAMBUNGAN DUA TAMPANG KAYU MENGGUNAKAN METODE EUROPEAN YIELD MODEL (EYM) MENGACU PADA SNI 7973:2013
Nama: NURSYAMSIA DJAMHURI
Tahun: 2026
Abstrak
ABSTRAK Sambungan pada konstruksi kayu merupakan elemen kritis yang berpotensi menjadi titik lemah struktur sehingga harus dirancang mampu menahan beban agar struktur tetap aman dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan sifat mekanis kayu palapi (Heritiera simplicifolia), menganalisis kekuatan sambungan dua tampang kayu menggunakan baut berdiameter 10 mm, 12 mm, dan 16 mm, serta membandingkan hasil pengujian dengan perhitungan teoritis berdasarkan metode European Yield Model (EYM) mengacu pada SNI 7973:2013. Pengujian sifat fisis meliputi kadar air dan kerapatan kayu, sedangkan pengujian sifat mekanis meliputi kuat tekan sejajar serat, kuat tekan tegak lurus serat, kuat lentur, dan kuat geser. Pengujian sambungan dilakukan pada konfigurasi geser tunggal dengan variasi diameter baut. Analisis kapasitas teoritis sambungan dihitung menggunakan pendekatan EYM dan dibandingkan dengan hasil eksperimen laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu palapi memiliki kadar air rata-rata sebesar 11,50?n kerapatan sebesar 0,43, sehingga termasuk dalam kategori kayu untuk konstruksi ringan. Nilai kuat geser sejajar serat rata-rata sebesar 2,79 MPa, dengan nilai tertinggi pada bagian pangkal batang sebesar 4,40 MPa dibandingkan bagian tengah dan ujung. Pada pengujian sambungan dua tampang kayu, kapasitas hasil eksperimen lebih rendah dibandingkan nilai teoritis EYM, dengan selisih persentase rata-rata berkisar antara 20% hingga 40%. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode EYM dapat digunakan sebagai pendekatan perencanaan sambungan kayu palapi, namun tetap diperlukan faktor koreksi terhadap hasil teoritis agar lebih mendekati kondisi aktual di lapangan. Kata kunci: kayu palapi, sambungan baut, European Yield Model, SNI 7973:2013, sifat mekanis kayu.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up