| JudulANALISIS DEFORMASI LERENG MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA PADA RUAS JALAN TAWAELI–TOBOLI KM 26 ± 639 |
| Nama: AHMAD SAUGI ALGIFARI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ANALISIS DEFORMASI LERENG PADA RUAS JALAN TAWAELI – TOBOLI KM 26 ± 639 AHMAD SAUGI ALGIFARI, Sriyati Ramadhani, Martini ABSTRAK Deformasi lereng merupakan salah satu indikasi potensi terjadinya longsor atau ketidakstabilan lereng. Deformasi bisa terjadi dari aspek monitoring kestabilan lereng. Beberapa faktor penyebab longsor adalah getaran kendaraan, aktivitas manusia, gempa dan intensitas curah hujan. Lokasi penelitian pada ruas jalan Tawaeli-Toboli tepatnya Km. 26 ± 639 dengan pemukiman yang cukup padat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi deformasi yang terjadi pada lokasi tersebut dengan memvariasikan sudut gesek dan kohesi dari sampel tanah menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method) dan dianalisis menggunakan Program Rocscience RS2. Hasil penelitian diperoleh karakteristik tanah dan struktur tanah yang didominasi oleh pasir bergradasi buruk yang termasuk dalam kelompok SP menurut USCS. Nilai deformasi terbesar yaitu sebesar 0,18 m pada kondisi normal, 0,76 m pada kondisi hujan 1,11 m pada kondisi gempa, dan 1,44 m pada kondisi hujan dan gempa. Dari hasil analisis deformasi menunjukkan bahwa kondisi paling rawan terjadi saat lereng terinfiltrasi air hujan serta kondisi ekstrim hujan dan gempa, dengan deformasi mencapai 1,06 - 1,44 m. Adapun hasil Strenght Reduction Factor (SRF) pada setiap kondisi yaitu sebesar 1,48 – 1,72 untuk kondisi normal, 1,20 – 1,33 untuk kondisi hujan, 0,72 – 0,85 untuk kondisi gempa, dan 0,64 – 0,74 pada kondisi hujan dan gempa. Dari hasil analisis dan pemodelan penyebab menurunnya SRF dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti gempa dan infiltrasi air hujan, sebaliknya faktor internal seperti parameter sudut geser dan kohesi berpengaruh langsung pada nilai SRF. Kata kunci : Deformasi, lereng, gempa, hujan, Rocscience. |