| JudulANALISIS DEFORMASI LERENG MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA PADA RUAS JALAN TAWAELI-TOBOLI KM 27+405 |
| Nama: NYOMAN EVAN PRANA ADY WIJAYA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Kestabilan lereng dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi kestabilan lereng adalah parameter kuat geser tanah, sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh antara lain intensitas curah hujan dan aktivitas gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai deformasi dan faktor keamanan lereng khususnya pada Km 27+405 pada kondisi normal, hujan, gempa, serta kombinasi hujan dan gempa menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method) dan dianalisis menggunakan program Rockscience RS2. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, tanah pada lokasi penelitian didominasi oleh pasir bergradasi baik dengan lempung (SW-SC). Hasil geolistrik menunjukkan lapisan permukaan berupa material tanah dengan nilai resistivitas 5,57–77,8 ?m hingga kedalaman 7,91 m, sedangkan lapisan yang lebih dalam diinterpretasikan sebagai batuan gneis yang memiliki resistivitas tinggi serta bersifat lebih keras dan kompak.Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai deformasi pada kondisi normal sebesar 0,118 m – 0,190 m dengan nilai faktor keamanan (FS) sebesar 1,31 – 1,41. Pada kondisi hujan deformasi meningkat menjadi 0,468 m – 0,925 m dengan nilai FS sebesar 1,01 – 1,20. Pada kondisi gempa diperoleh deformasi sebesar 0,837 m – 1,170 m dengan nilai FS sebesar 0,67 – 0,72, sedangkan pada kondisi ekstrem berupa hujan dan gempa diperoleh deformasi terbesar sebesar 1,437 m – 1,764 m dengan nilai FS sebesar 0,54 – 0,66. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi hujan dan gempa memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan deformasi serta penurunan kestabilan lereng. Kata Kunci: Kestabilan, Lereng, Deformasi, Faktor Keamanan, Geolistrik, Tawaeli-Toboli, Rockscience |