| JudulEVALUASI STRUKTUR BANGUNAN EKSISTING GEDUNG DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA PALU MENGGUNAKAN ANALYSIS LINEAR STATIC PROCEDURE (LSP) METHOD |
| Nama: ERIKA RAHMANIA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, sebagai bangunan vital pascagempa 28 September 2018, memerlukan evaluasi kinerja struktural untuk menjamin keamanannya terhadap potensi gempa di masa mendatang, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan Sesar Palu – Koro. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi struktur bangunan eksisting menggunakan standar ASCE/SEI 41- 17 dan memeriksa tingkat keamanan strukturalnya. Metodologi evaluasi diawali dengan prosedur penyaringan Tier 1 berbasis quick check, dengan target kinerja Collapse Prevention (CP) untuk Level Bahaya Gempa BSE-2E pada level seismisitas tinggi. Analisis struktur tiga dimensi menggunakan perangkat lunak ETABS juga dilakukan untuk memverifikasi kinerja layan (lendutan) dan kinerja kekuatan (Demand Capacity Ratio, DCR) elemen terhadap kombinasi pembebanan gravitasi dan gempa sesuai SNI 2847:2019 dan SNI 1726:2019. Hasil evaluasi Tier 1 menunjukkan beberapa defisiensi kritis: lokasi bangunan berada pada zona patahan sesar permukaan, potensi ketidakstabilan akibat guling, tegangan aksial dan geser kolom yang melampaui batas izin, prinsip strong column-weak beam, kegagalan kapasitas geser sambungan balok-kolom, serta detail penulangan sengkang pada kolom, balok, dan sambungan yang tidak memadai. Hasil analisis ETABS menunjukkan bahwa lendutan maksimum akibat beban gravitasi (16,977 mm) masih memenuhi batas izin l/240 (20,833 mm). Namun, analisis kekuatan menunjukkan kegagalan masif pada elemen struktur akibat beban gempa: 100% kolom mengalami overstress dengan DCR maksimum mencapai 10,165; sebanyak 211 elemen balok gagal karena kapasitas aktual kurang dari kebutuhan tulangan yang diperlukan; serta pelat lantai juga dinyatakan tidak memenuhi syarat kapasitas momen. Disimpulkan bahwa struktur eksisting Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu tidak memenuhi syarat tingkat kinerja Collapse Prevention menurut ASCE/SEI 41-17 dan tidak aman terhadap beban gempa rencana, meskipun memenuhi syarat layan lendutan. Defisiensi signifikan pada desain dan detail penulangan mengindikasi perlunya analisis lebih lanjut serta perkuatan struktur (retrofitting) secara komprehensif. Kata Kunci: Gedung Dikjar Kota Palu, Evaluasi Struktur, Kinerja Seismik, ASCE 41-17: Tier 1 Screening, Demand Capacity Ratio (DCR). |