Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS JALUR EVAKUASI DAN TITIK KUMPUL DALAM PENANGANAN SITUASI BENCANA PADA RELOKASI HUNIAN TETAP BALAROA
Nama: NURUL HITTA
Tahun: 2026
Abstrak
Gempa bumi dan likuefaksi yang melanda Kota Palu pada 28 September 2018 menyebabkan kerusakan parah dan hilangnya pemukiman di Kelurahan Balaroa. Sebagai respons terhadap bencana tersebut, pemerintah membangun kawasan relokasi Hunian Tetap (Huntap) Balaroa untuk menampung masyarakat terdampak secara permanen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas jalur evakuasi dan titik kumpul dalam penanganan situasi bencana di kawasan Huntap Balaroa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 64 responden dari total 181 kepala keluarga yang tersebar di empat blok hunian. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor tertinggi terdapat pada variabel aksesibilitas jalur evakuasi sebesar 2,76 (kategori “cukup mempengaruhi”), diikuti kelayakan titik kumpul sebesar 2,56 dan partisipasi masyarakat sebesar 2,56. Faktor yang masih perlu ditingkatkan adalah sarana penunjang evakuasi dan sosialisasi, dengan skor rata-rata 3,13 dan 3,36. Secara keseluruhan, sistem evakuasi di Huntap Balaroa sudah cukup efektif, namun diperlukan peningkatan berupa penambahan rambu evakuasi, penerangan di malam hari, serta peningkatan kegiatan sosialisasi dan simulasi evakuasi agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi, pemeliharaan fasilitas, dan pelibatan masyarakat dalam perencanaan sistem evakuasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di kawasan relokasi. Dengan demikian, Huntap Balaroa dapat menjadi model pemukiman tangguh yang mendukung keberlanjutan kehidupan pascabencana.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up