| JudulStudi Komparasi Respon Seismik Struktur Fixed Base Dan Base Isolation Tipe Lead Rubber Bearing (LRB) Pada Gedung Anutapura Medical Center Palu. |
| Nama: ALEYDA PRAMESWARI KIRANA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Kota Palu merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi akibat adanya Sesar Palu-Koro, sehingga berisiko terjadi gempa besar yang dapat menimbulkan kerusakan berat pada bangunan, seperti yang terjadi pada Gedung Anutapura Medical Center (AMC) saat gempa bermagnitudo 7,4 pada 28 September 2018. Rekonstruksi gedung kemudian dilakukan dengan menerapkan sistem Struktur Pemikul Rangka Momen Khusus (SPRMK) yang dikombinasikan dengan teknologi base isolation tipe Lead Rubber Bearing (LRB) untuk meningkatkan ketahanan seismik bangunan. Penelitian ini melakukan studi komparasi antara struktur fixed base dan struktur dengan base isolation tipe LRB pada Gedung Anutapura Medical Center Palu menggunakan analisis nonlinear time history. Isolator LRB direncanakan berdasarkan gaya aksial tiap kolom dan diverifikasi melalui pengecekan kapasitas aksial, perpindahan maksimum, serta periode efektif. Perencanaan menghasilkan tiga tipe Lead Rubber Bearing (LRB) berdasarkan produk dari Bridgestone, yaitu: LRB-A diameter 950 mm, LRB- B diameter 850 mm, dan LRB-C diameter 800 mm. Evaluasi dilakukan terhadap beberapa parameter respons struktur, meliputi periode bangunan, gaya geser dasar, percepatan absolut atap, displacement, dan inter-story drift. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh isolator memenuhi persyaratan desain dan memiliki kapasitas disipasi energi yang memadai. Sistem base isolation mampu meningkatkan periode struktur hingga sekitar 2,5 kali periode struktur fixed base serta menurunkan gaya geser dasar dengan reduksi rata-rata 77% pada arah X dan 76% pada arah Y. Percepatan absolut atap berkurang hingga 64% pada arah X dan 62% pada arah Y, sementara inter-story drift turun signifikan hingga 90% pada arah X dan 89% pada arah Y. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan LRB sangat efektif dalam meningkatkan performa seismik bangunan, sehingga layak dipertimbangkan sebagai solusi desain bangunan tahan gempa di wilayah berbahaya seismik tinggi seperti Kota Palu. |