Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulStudi Penerapan Sistem Manajemen Mutu Pada Proyek Konstruksi Di Kota Palu
Nama: MUHAMMAD ARYAN HUSFIRA
Tahun: 2023
Abstrak
Pembangunan infrastruksur di kota Palu mengalami perkembangan dan peningkatan sangat pesat, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. Jasa-jasa yang diperlukan di dalam konstruksi, baik konsultan, kontraktor, maupun pemasok (supplier) semakin dibutuhkan di kota Palu. Industri jasa konstruksi yang dapat mengendalikan tuntutan utama mengenai keakuratan kualitas, efisien pembiayaan dan ketepatan waktu sangat diperlukan sebab hal itu, sistem manajemen mutu yang berperan sebagai alat bantu yang dapat mengendalikan keseluruhan proses dalam proyek sehingga akan mencapai keberhasilan suatu proyek yang dibangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem manajemen mutu dan faktor-faktor apa saja yang menjadi hambatan atau kendala dalam penerapan sistem manajemen mutu pada proyek konstruksi gedung di kota Palu. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara langsung dengan pihak perusahaan kontraktor yang pernah atau sedang mengerjakan proyek konstruksi gedung yang ada kota Palu. Data yang diperoleh kemudian diuji reabilitasnya dilanjutkan diolah menggunakan metode statistik deskriptif dan analisa persentase. Dari hasil analisa data penerapan sistem manajemen mutu pada proyek konstruksi gedung di kota Palu diperoleh bahwa ada 5 indikator dominan yang mendapatkan persentase yang sangat baik yaitu indikator komitmen perusahaan terhadap pemenuhan persyaratan pihak terkait dengan persentase sebanyak 82,67% (Sangat Baik), indikator tindak lanjut perusahaan terkait keluhan pelanggan dengan persentase sebanyak 82,67% (Sangat Baik), indikator tanggung jawab pimpinan puncak terhadap sistem manajemen mutu proyek dengan persentase sebanyak 82,00% (Sangat Baik), indikator kontribusi personil pada setiap tingkatan di perusahaan dengan persentase sebanyak 82,00% (Sangat Baik), dan indikator menjamin ketersediaan sumber daya dengan persentase sebanyak 81,33% (Sangat Baik). Faktor atau kendala yang dihadapi dalam menerapkan sistem manajemen mutu meliputi kurangnya keterampilan dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), kurangnya koordinasi antar pihak-pihak yang terkait, keterbatasan fasilitas menunjang, dan faktor alam. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, perlu adanya upaya untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi SDM melalui pelatihan dan pengembangan, meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara seluruh pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi gedung di Kota Palu, investasi dalam pengadaan fasilitas yang memadai, serta rencana alternatif untuk mengatasi kemungkinan terjadinya faktor alam yang dapat mengganggu pelaksanaan proyek.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up