Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN JAGUNG DI KECAMATAN LUWUK SELATAN KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Nama: FITRIANI
Tahun: 2026
Abstrak
Fitriani (E 32224024), Analisis Produksi dan Pendapatan Jagung di Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, Dibimbing Oleh Rustam Abdul Rauf dan Sulaeman, 2026. Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional dan ketahanan pangan, khususnya melalui pengembangan komoditas jagung sebagai salah satu bahan pangan utama dan bahan baku industri. Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai merupakan salah satu wilayah pengembangan jagung di Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki potensi produksi cukup besar, namun produktivitas dan pendapatan usahatani jagung yang dicapai petani masih belum optimal. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengkaji faktor-faktor produksi yang memengaruhi produksi serta implikasinya terhadap pendapatan usahatani jagung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang memengaruhi produksi jagung, menghitung pendapatan usahatani jagung, serta mensimulasikan pengaruh perubahan penggunaan input pupuk terhadap pendapatan usahatani jagung di Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai. Fokus penelitian diarahkan pada upaya mengidentifikasi faktor produksi yang paling berperan dalam meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pengumpulan data primer dari petani jagung di Kecamatan Luwuk Selatan. Analisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi jagung dilakukan menggunakan fungsi produksi Cobb–Douglas yang diestimasi melalui regresi linier berganda. Analisis pendapatan usahatani dilakukan dengan menghitung penerimaan, biaya tetap, biaya variabel, dan pendapatan bersih usahatani. Selain itu, dilakukan simulasi peningkatan input pupuk sebesar 20% untuk mengetahui dampaknya terhadap produksi dan pendapatan usahatani jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, pupuk, benih, dan tenaga kerja berpengaruh positif terhadap produksi jagung. Luas lahan, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan pada tingkat kepercayaan 1%, sedangkan benih berpengaruh signifikan pada tingkat kepercayaan 10%. Nilai koefisien determinasi yang disesuaikan sebesar 87,00% menunjukkan bahwa sebagian besar variasi produksi jagung dapat dijelaskan oleh keempat faktor produksi tersebut. Penjumlahan elastisitas produksi yang lebih besar dari satu mengindikasikan bahwa usahatani jagung di Kecamatan Luwuk Selatan berada pada kondisi Increasing Return to Scale, yang menunjukkan adanya peluang peningkatan produksi melalui intensifikasi dan peningkatan skala usaha. Analisis pendapatan menunjukkan bahwa usahatani jagung di Kecamatan Luwuk Selatan layak secara finansial dan memberikan pendapatan bersih yang positif baik pada skala lahan 0,77 hektar maupun 1 hektar. Struktur biaya usahatani didominasi oleh biaya variabel, terutama biaya tenaga kerja dan pupuk. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan pupuk sebesar 20% mampu meningkatkan produksi jagung sebesar 13,45?n meningkatkan pendapatan petani sebesar 31,42%, yang menunjukkan tingginya sensitivitas pendapatan terhadap perubahan input pupuk apabila digunakan secara efisien. Kata kunci: Usahatani jagung; Fungsi produksi Cobb–Douglas; Pendapatan petani; Input pupuk; Kecamatan Luwuk Selatan

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up