| JudulANALISIS CAPAIAN STANDAR ISPO (INDONESIAN SUSTAINABLE PALM OIL) PERKEBUNAN KELAPA SAWIT POLA SWADAYA (STUDI KASUS DI KECAMATAN MORI UTARA KABUPATEN MOROWALI UTARA) |
| Nama: NURSYAMSA PATALOLO |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Nursyamsa Patalolo, (E32224012), Analisis Capaian Sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) Perkebunan Kelapa Sawit Pola Swadaya (Studi Kasus di Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara), dibimbing oleh Rustam Abdul Rauf dan Dewi Nur Asih, 2026. Standar capaian sertifikasi ISPO untuk pekebun swadaya terdiri dari lima prinsip yang harus diterapkan dan dilaksanakan pekebun, yaitu: kepatuhan terhadap peraturan dan perundangan, penerapan praktek perkebunan yang baik, pengelolaan lingkungan hidup, sumber daya alam, dan keanekaragaman hayati, penerapan transparansi dan peningkatan usaha secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah mengukur seberapa besar capaian standar sertifikasi ISPO dan merumuskan rancangan strategi akan digunakan sebagai rekomendasi perbaikan untuk percepatan pemenuhan capaian standar sertifikasi ISPO Perkebunan kelapa sawit pola swadaya di Kecamatan Mori Utara. Penelitian dilakukan di Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara. Metode pengambilan data menggunakan metode survey dengan jenis data primer dari wawancara langsung ke pekebun dan sekunder dari instansi pemerintah. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 72 pekebun dan teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Metode analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil penilaian terhadap parameter yang diukur atau diamati pada saat audit dengan indikator yang terdapat dalam standar ISPO kemudian dinilai dalam persen dan analisis strategi menggunakan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan realisasi capaian prinsip ISPO yaitu 63,87%. Dari 5 prinsip ISPO yang dinilai hanya 2 prinsip yang mendekati kriteria sangat tinggi yaitu Prinsip 2 (Penerapan praktek perkebunan yang baik) dan Prinsip 4 (Penerapan transparansi). Rekomendasi strategi pengembangan ISPO di perkebunan kelapa sawit pola swadaya di Kecamatan Mori Utara adalah: 1) mengikuti program pelatihan budidaya sesuai GAP dan pelatihan ISPO yang difasilitasi pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan pengetahuan teknis dan keterampilan pekebun, 2) memanfaatkan perkembangan teknologi seperti aplikasi manajemen kebun untuk mempermudah sistem pencatatan dan administrasi kebun yang selama ini masih lemah, dan 3) meningkatkan kesadaran dasar tentang isu lingkungan untuk mencegah praktik perkebunan yang salah, guna menghindari diskriminasi produk oleh regulasi pasar. Kata Kunci : ISPO, pekebun swadaya, kelapa sawit, rekomendasi strategi |