| JudulANALISIS RANTAI PASOK KOMODITI CABAI RAWIT MERAH (Capsium Frutescens L.) DI PASAR TRADISIONAL STUDI KASUS PASAR INPRES KOTA PALU SULAWESI TENGAH |
| Nama: CHINTIA KLARENSI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Chintia Klarensi (E 321 21 212) Analisis Rantai Pasok Komoditi Cabai Rawit Merah (Capsicum Frutescens L.) di Pasar Tradisional Studi kasus Pasar Inpres Kota Palu (Fahruddin Nurdin dan Yulianti Kalaba). Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L) adalah salah satu komoditas yang sering kali mengalami penurunan ataupun peningkatan baik penjualannya baik di harga maupun permintaan yang sering kali tidak menentu. Komoditi cabai mampu mempengaruhi laju inflasi di berbagai daerah serta nasional Cabai memiliki siklus panen yang relatif cepat dan dapat dibudidayakan di berbagai daerah dan iklim, sehingga menjadikannya komoditas yang sangat menguntungkan bagi petani dan pelaku industri, karena alasan-alasan tersebut, sehingga cabai menjadi komoditas yang tidak hanya memiliki nilai jual yang tinggi tetapi juga sangat berpotensi untuk meningkatkan pendapatan petani dan perekonomian lokal para petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mekanisme rantai pasok dan menganalisis kinerja rantai pasok cabai di pasar tradisional pasar Inpres Kota Palu. penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari-April tahub 2025 yang terletak di Pasar Inpres Kota Palu. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 40 orang responden, responden yang ditentukan menggunakan Purposive Sampling dan Snwowball Sampling yang dimaksud yaitu penentuan sampel dengan berdasarkan kriteria tertentu. Metode snowballing sampling digunakan untuk menentukan responden dari kalangan pedagang pengepul. Snowball sampling adalah metode sampling yang didapat dengan cara bergulir dari satu responden ke responden yang lainnya. Analisis yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Analisis data deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis mekanisme rantai pasok yang meliputi aliran barang, aliran informasi dan aliran keuangan di daerah penelitian. Pengukuran kinerja rantai pasok ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan efisien pemasaran karena di dalam rantai pasok terdapat kegiatan pemasaran yang dapat mencerminkan suatu tingkat efisiensi sebuah rantai pasok. Pada penelitian ini, analisis menggunakan pengukuran marjin pemasaran, Farmer’share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian ini bahwa saluran pemasaran yang berada di pasar Inpres Kota Palu ada dua saluran. Saluran I (Petani-pengecer-konsumen), saluran II (petani-pengepul-pengecer-konsumen. Farmer’s share masing-masing jalur rantai pasok I sebesar 80,25%, dan jalur rantai pasok II sebesar 61,53% Margin untuk masing-masih jalur I yaitu Rp.9.600, sedangkan jalur II Rp.15.000. Efisiensi jalur pemasaran yang efisien halur I yaitu 7,22% sedangkan jalur II sebesar 21,83%. Jadi kedua jalur tergolong efisien namun saluran I yang paling efisien karena memiliki saluran pemasaran yang lebih pendek karena biaya yang dikeluarkan tidak begitu besar dan dapat ditekan keuntungan pemasaran yang tinggi. |