| JudulKONTRIBUSI WAKTU KERJA WANITA TANI DALAM USAHATANI KAKAOWILAYAH PT JEBE TRADING DI DESA SEJAHTERA KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI |
| Nama: NURNAZLI |
| Tahun: 2025 |
| Abstrak Nurnazli (E32121139) “Kontribusi Waktu Kerja Wanita Tani Dalam Pengembangan Usahatani Kakao Wilayah PT Jebe Trading di Desa Sejahtera Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi”. Dibimbing oleh Dafina Howara dan Al Alamsyar PT Jebe Trading adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan biji kakao menjadi produk cokelat dan bahan baku cokelat. Kontribusi PT Jebe Trading disini sebagai wadah dan tempat sebagaian petani dalam mengembangkan usahanya mulai dari sebagai produsen hingga memberikan pelatihan untuk sebagaian masyarakat petani kakao di Desa Sejahtera. Permasalahannya yaitu masih belum jelas apakah program pelatihan dan pendampingan yang diberikan PT Jebe Trading benar-benar meningkatkan kapasitas wanita tani, baik dalam keterampilan teknis budidaya maupun dalam pengolahan hasil dan pengelolaan ekonomi rumah tangga. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana kontribusi waktu kerja wanita tani sebenarnya berperan dalam pengembangan usahatani kakao di wilayah PT Jebe Trading di Desa Sejahtera Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini berlokasi di Desa Sejahtera yang berada di wilayah pengembangan kakao dari PT Jebe Trading di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi tengah dan dilaksanakan pada bulan Oktober hingga desember 2024, penelitian ini menggunakan analisis kontribusi untuk menjawab berapa besar curahan wanita tani dalam berkontribusi terhadap usahatani tanaman kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata curahan waktu wanita tani dalam kegiatan usahatani kakao bervariasi pada setiap tahap produksi. Pada kegiatan pemeliharaan, wanita tani mencurahkan waktu sebesar 3,01 HOKw dengan kontribusi 35,83% dari total waktu kerja. Kegiatan ini menjadi tahap yang paling banyak menyita waktu karena melibatkan pekerjaan rutin seperti penyiangan dan pemupukan Selanjutnya, pada tahap panen, curahan waktu wanita tani tercatat sebesar 0,46 HOKw dengan kontribusi 37,14%. Waktu panen relatif singkat karena dilakukan secara serentak oleh para petani. Sedangkan pada kegiatan pascapanen, rata-rata curahan waktu wanita tani sebesar 1,37 HOKw dengan kontribusi 37,50%, meliputi proses fermentasi, penjemuran, dan penyortiran biji kakao. Secara keseluruhan, ketiga tahap tersebut menunjukkan bahwa wanita tani memiliki peran dominan dan berkelanjutan dalam setiap proses produksi kakao, khususnya pada kegiatan pemeliharaan dan pascapanen yang membutuhkan ketelitian, waktu lebih panjang, serta tanggung jawab dalam menjaga mutu hasil produksi. |