Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulANALISIS TINGKAT KEPUASAN PETANI JAGUNG TERHADAP PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA KALEKE KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI
Nama: KASMIRA J. RAHMAN
Tahun: 2026
Abstrak
Penyuluhan pertanian adalah proses edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman petani tentang aspek teknis, manajerial, dan sosial pertanian. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, masih ditemukan sejumlah perilaku petani yang mencerminkan ketidakpuasan terhadap kinerja penyuluhan pertanian. Hal ini ditunjukkan oleh sebagian petani yang tidak mengetahui adanya program penyuluhan pertanian, tidak mengetahui jadwal pelaksanaannya, bahkan tidak mengenal siapa penyuluh yang bertugas di wilayah mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian, serta mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan masing-masing atribut layanan penyuluhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif untuk memperoleh data yang terukur dan objektif mengenai persepsi petani terhadap penyuluhan yang diberikan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2025 – 30 April 2025 di Desa Kaleke Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 37 responden yang di tentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Metode pengumpulan data melalui kegiatan survei, wawancara, observasi dan dokumentasi. Jenis data penelitian terdiri atas data primer berupa kuisioner, data sekunder berupa studi literatur. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) untuk untuk menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Hasil penelitian pada analisis Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 64.89% menunjukkan bahwa petani merasa puas terhadap penyuluhan pertanian. Berdasarkan analisis IPA, atribut layanan penyuluhan yang menjadi prioritas utama perbaikan adalah atribut 3, 6, 8, dan 12 karena dianggap sangat penting oleh petani namun tingkat kepuasannya masih tergolong rendah. Atribut 1 dan 4 perlu dipertahankan karena sudah efektif dan sesuai harapan petani. Atribut 2 dan 10 termasuk prioritas rendah karena memiliki tingkat kepentingan rendah serta pengaruh terhadap kepuasan petani tergolong kecil, sementara atribut 5, 7, 9, dan 11 tergolong berlebihan karena memiliki tingkat kepentingan yang rendah namun tingkat kepuasanya tinggi. Kondisi ini dianggap berlebihan karena tidak sejalan dengan prioritas petani, sehingga sumber daya dapat dialihkan ke atribut yang lebih penting.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up