| JudulRESPON PETANI KOPI TERHADAP FLUKTUASI HARGA DALAM PEMENUHAN EKONOMI RUMAH TANGGA DI DESA WATUTAU KECAMATAN LORE PEORE KABUPATEN POSO. |
| Nama: MASQA SAKINAH |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Masqa Sakinah (E 321 21 033). Respon Petani Kopi terhadap Fluktuasi Harga dalam Pemenuhan Ekonomi Rumah Tangga di Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso (dibimbing oleh Prof. Di. Ir. Hj. Marhawati M, M.T). Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, terutama budidaya kopi dengan jenis robusta. Desa watutau terdapat permasalahan berkaitan dengan fluktuasi harga kopi dan dampaknya pada pendapatan petani. Harga kopi yang tidak stabil sering kali menimbulkan ketidakpastian pendapatan bagi petani, sehingga berpotensi memengaruhi kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon petani kopi dalam pemenuhan ekonomi rumah tangga saat terjadi fluktuasi harga. Penelitian ini dilaksanakan selama sebulan yaitu pada awal bulan Mei sampai bulan Juni 2025. Responden ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Total responden dalam penelitian ini sebanyak 33 petani dari populasi keseluruhan berjumlah 238 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan merupakan data periode tahun 2024. Hasil penelitian memperlihatkan respon petani kopi terhadap fluktuasi harga meliputi analisis data atas 5 kategori indeks yaitu kebutuhan papan, kebutuhan pendidikan anak, kebutuhan modal usaha pertanian, kebutuhan sandang dan kebutuhan pangan. Adapun kategori indeks terbesar yaitu kebutuhan papan (25,02%), karena tidak memerlukan pembiayaan harian. Selanjutnya kategori indeks sedang yaitu kebutuhan modal usaha pertanian dan kebutuhan sandang memiliki nilai masing-masing sekitar (18,23?n 18,22%) paling fleksibel sesuai kondisi. Kemudian pangan menjadi kebutuhan paling prioritas dengan ketidaksetujuan terendah dengan indeks (17,03%). Secara umum, petani menyusun prioritas berdasarkan urgensi dan kemampuan, dengan strategi pengeluaran yang menyesuaikan dinamika pasar. Saat harga turun, petani menekan biaya produksi, mencari sumber pendapatan lain, atau mencari pekerjaan alternatif lainnya. Sebaliknya, ketika harga naik, petani kopi meningkatkan produksi, berinvestasi, dan menabung untuk kebutuhan masa depan. Kata Kunci: Respon Petani, Fluktuasi Harga Kopi, Ekonomi Rumah Tangga, Kopi Robusta, Prioritas Pengeluaran. |