| JudulTINGKAT ADOPSI PENERAPAN GOOD AGRICULTURE PRACTICES (GAP) PEMANGKASAN TERHADAP PRODUKSI PETANI KAKAO DI DESA SIDOLE BARATKABUPATEN PARIGI MOUTONG |
| Nama: DINA FEBRIANTI |
| Tahun: 2025 |
| Abstrak Dina Febrianti (E 321 21 016). Tingkat adopsi penerapan Good Agriculture Practices (GAP) pemangkasan terhadap produksi petani kakao di Desa Sidole Barat Kabupaten Parigi Moutong, dibimbing oleh Dafina Howara dan Fajar Joko Santoso, 2025. Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan yang berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi daerah, termasuk sebagai sumber penghasilan utama bagi petani di Sulawesi Tengah. Salah satu desa penghasil kakao di wilayah Sulawesi tengah khususnya Kabupaten Parigi Mautong adalah Desa Sidole Barat. Meskipun memiliki potensi, produksi kakao di Desa Sidole Barat masih belum optimal. Hambatan yang dihadapi petani mencakup kurangnya pemahaman terhadap teknik budidaya modern, terutama dalam penerapan pemangkasan tanaman yang sesuai dengan prinsip Good Agricultural Practices (GAP) sehingga bisa saja akan berpengaruh terhadap produksi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat adopsi pemangkasan sesuai GAP terhadap produksi kakao di Desa Sidole Barat Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, dengan alasan bahwa Desa Sidole Barat merupakan salah satu wilayah sentral kakao yang telah mendapatkan pelatihan dari pihak JB Trading Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2025 dengan jumlah responden sebanyak 48 petani, yang seluruhnya diambil secara sensus. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat adopsi pemangkasan dengan hasil produksi kakao petani. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,026 yang lebih kecil dari batas ? = 5%. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat penerapan pemangkasan sesuai GAP oleh petani, semakin besar pula kemungkinan mereka memperoleh produksi kakao yang lebih tinggi. Teknik pemangkasan yang baik terbukti membantu memperbaiki pertumbuhan tanaman, meningkatkan pencahayaan, dan mengurangi serangan hama, sehingga mampu mendongkrak produktivitas secara nyata. |