| JudulAdaptasi Perilaku Petani Bawang Merah Varietas Lembah Palu Terhadap Perubahan Iklim Di Desa Oloboju Kecamatan Sigi Kota Kabupaten Sigi |
| Nama: DEAN FEBRINA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ADAPTASI PERILAKU PETANI BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DI DESA OLOBOJU KECAMATAN SIGI KOTA KABUPATEN SIGI Behavioral Adaptation Of Lembah Palu Variety Shallot Farmers To Climate Change in Oloboju Village, Sigi Subdistrict, Sigi City, Sigi I Regency Marhawati1) Wira Hatmi2)Dean Febrina) . 1) 2) Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako 3) Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako ABSTRACK Climate change as a consequence of global warming has a significant impact on the agricultural sector, including shallot cultivation of the Lembah Palu (VLP) variety. This study aims to analyze farmers’ adaptive behavior and adaptation strategies in responding to climate change in Oloboju Village, Sigi Kota District, Sigi Regency. The research was conducted from August to October 2024 with 33 farmer respondents selected through simple random sampling. Primary data were obtained through observation and interviews, while secondary data were collected from literature and related institutions. Data were analyzed using a descriptive qualitative method. The results show that the adaptive behavior of VLP shallot farmers remains low. Most farmers have not adjusted their planting time (75.76%), do not use drought-resistant varieties (84.85%), do not manage irrigation specifically (78.79%), and have not practiced crop rotation (81.82%). Furthermore, the majority have not applied fertilizers and pesticides properly (78.79%), have not actively sought climate information (75.76%), have not regularly used organic fertilizers (81.82%), and have not diversified their farming (72.73%). The lack of adaptive behavior is influenced by limited information, hereditary practices, and insufficient assistance. The most dominant adaptation strategy is the use of longlasting varieties (100%), followed by proper fertilization and pesticide application (72.73%), adjustment of planting time (66.67%), access to climate information (63.64%), and irrigation management (60.61%). Meanwhile, crop rotation (45.45%), organic fertilizer use (39.39%), and farm diversification (33.33%) are still rarely implemented. Keywords : climate change, adaptation, shallot, Lembah Palu variety, farmer strategy ABSTRACK Perubahan iklim akibat pemanasan global berdampak nyata terhadap sektor pertanian, termasuk komoditas bawang merah varietas Lembah Palu (VLP). Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku adaptasi serta strategi yang dilakukan petani dalam menghadapi perubahan iklim di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi. Penelitian dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2024 dengan jumlah responden 33 petani yang ditentukan melalui simple random sampling. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder dari literatur dan instansi terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku adaptasi petani bawang merah VLP masih rendah. Sebagian besar petani belum menyesuaikan waktu tanam (75,76%), tidak menggunakan varietas tahan kering (84,85%), belum mengelola irigasi secara khusus (78,79%), dan belum melaksanakan rotasi tanam (81,82%). Selain itu, mayoritas belum menggunakan pupuk dan pestisida secara tepat (78,79%), belum mencari informasi iklim (75,76%), belum rutin menggunakan pupuk organik (81,82%), serta belum melakukan diversifikasi usahatani (72,73%). Rendahnya perilaku adaptif dipengaruhi oleh keterbatasan informasi, kebiasaan turun-temurun, dan kurangnya pendampingan. Strategi adaptasi yang paling dominan adalah penggunaan varietas tahan lama (100%), diikuti pemupukan dan pestisida tepat (72,73%), penyesuaian waktu tanam (66,67%), akses informasi iklim (63,64%), dan pengelolaan irigasi (60,61%). Sementara strategi rotasi tanam (45,45%), pupuk organik (39,39%), serta diversifikasi usahatani (33,33%) masih jarang diterapkan. Kata kunci: perubahan iklim, adaptasi, bawang merah, varietas Lembah Palu, strategi petani |