| JudulSTRATEGI PEMASARAN PADA AGROWISATA KEBUN ANGGUR DUYU BANGKIT KELURAHAN DUYU KOTA PALU |
| Nama: RINDIYANI STYANINGRUM |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Rindiyani Styaningrum (E 321 20 084). Strategi Pemasaran Pada Agrowisata Kebun Anggur Duyu Bangkit Kelurahan Duyu Kota Palu. (dibimbing oleh Dr. Yulianti Kalaba, SP, MP dan Rahmat Hidayat Abd.Hamid, SP., M.Si) Agrowisata menjadi salah satu subsektor pariwisata yang berkembang pesat di Indonesia. Salah satu komoditas yang berkembang dalam sektor arowisata adalah buah anggur (Vitis vinifera L.). Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola Agrowisata Kebun Anggur Duyu Bangkit, usaha anggur ini memiliki kekuatan internal yang sangat mendukung untuk keberlanjutan usaha. Hal mendasar yang menjadi hambatan dalam pemasaran usaha anggur di Kebun Anggur Duyu Bangkit ialah keterbatasan branding dan promosi buah anggur yang belum memiliki identitas visual seperti label produk dan kemasan yang menarik, hal tersebut menjadikan daya saingnya belum optimal untuk memenuhi standar pemasaran modern. Tujuannya untuk merumuskan Strategi Pemasaran Pada Agrowisata Kebun Anggur Duyu Bangkit Kelurahan Duyu Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi strategi pemasaran. Hasil pengurangan faktor internal (IFAS) adalah 1,44 – 1,07 = 0,37 yang dijadikan sumbu horizontal atau sumbu X, sedangkan hasil pengurangan faktor eksternal (EFAS) adalah 1,32 – 1,34 = -0,02 yang dijadikan sumbu vertikal atau sumbu Y. Sehingga didapatkan hasil strategi pemasaran pada Agrowisata Kebun Anggur Duyu Bangkit berada pada kuadran II (StrengthThreats) sehingga fokus utamanya adalah memaksimalkan kekuatan internal untuk menghadapi ancaman eksternal. Daya tarik seperti wisata petik anggur, kualitas buah segar, lokasi strategis, dan kemudahan transaksi menjadi modal penting dalam membangun citra destinasi. Meski demikian, pemasaran masih terkendala oleh fasilitas terbatas, produksi yang belum stabil, serta identitas produk yang belum terbentuk. Kata Kunci : Strategi Pemasaran, Analisis SWOT, Agrowisata |