| JudulANALISIS MARGIN PEMASARAN KAKAO DI DESA SIBALAYA BARAT KECAMATAN TANAMBULAVA KABUPATEN SIGI |
| Nama: INTAN HANDAYANI PUTRI |
| Tahun: 2025 |
| Abstrak Intan Handayani Putri (E32120039) Analisis Saluran Margin Pemasaran Kakao di Desa Sibalaya Barat Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi dibimbing oleh Yulianti Kalaba dan Erny (2025). Pemasaran kakao di Desa Sibalaya Barat Kecamatan Tanambulava seringkali dijumpai perbedaan harga jual ditingkat pertani dengan harga di tingkat konsumen yang diakibatkan oleh perbedaan saluran pemasaran dalam menyalurkan kakao dari petani ke pedagang besar, hal ini dapat menyebabkan nilai margin pemasaran menjadi besar, sehingga efisiensi pemasaran bagi petani jauh dari harapan untuk menikmati share atau bagian harga yang seharusnya diterima oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran, margin pemasaran, bagian harga yang diterima produsen serta efisiensi pemasaran Penelitian dilaksanakan di Desa Sibalaya Barat Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi, dengan mengambil sebanyak 32 responden petani. Penentuan responden digunakan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling Method) selain itu untuk menentukan responden pedagang digunakan metode penjajakan (Traicing Sampel) diperoleh sebanyak 3 responden pedagang, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 responden. Penelitian ini menggunakan analisis Deskriptif untuk mengetshui bentuk saluran, dan analisis kuantitaif untuk mengetahui Margin pemasaran, Farmer share dan efisiensi pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei 2024 sampai pada bulan maret 2024. Hasil analisis margin pemasaran menunjukan bahwa saluran pemasaran kakao di Desa Sibalaya Barat terdapat dua saluran pemasaran yaitu: 1. Produsen ? Pedagang Pengumpul ? Pedagang Besar ?Konsumen, 2. Produsen ? Pedagang Besar ? Konsumen. Margin pada saluran I yaitu MT (Margin Total) Rp 14.000 sedangkan saluran kedua yaitu MT Rp 4000. Bagian harga yang diterima petani pada saluran I yaitu sebesar 87,71%, sedangkan pada saluran kedua yaitu sebesar 96,49%. Efisiensi pemasaran pada saluran pertama diperoleh hasil sebesar 1,87?n saluran kedua diperoleh hasil sebesar 0,75%, sehingga dari kedua saluran tersebut, saluran |