Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulManajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) Komoditas Cabai Merah Keriting Pasca Bencana Di Desa Jono Oge Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi.
Nama: MAHDALENA
Tahun: 2019
Abstrak
Cabai merah keriting merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan di Provinsi Sulawesi Tengah terkhusus di wilayah Desa Jono Oge Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian ini berfokus pada pasokan cabai merah keriting pasca bencana di Desa Jono Oge. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan pasokan cabai merah keriting, pola aliran dan mekanisme rantai pasok serta tingkat efisiensi pasokan cabai merah keriting pasca bencana di Desa Jono Oge. Hasil penelitian menunjukkan pasca bencana hingga saat ini September 2019, Jono Oge tidak dapat lagi memenuhi permitaan pasokan cabai merah keriting di Sulawesi Tengah. Bencana tersebut telah menyebabkan kejadian yang tak terduga yaitu likuifaksi (tanah mencair alias menjadi lumpur) serta membuat irigasi gumbasa yang diketahui mengairi persawahan dan lahan pertanian di Desa Jono Oge sebagian besar mengalami kerusakan dan membuat lahan pertanian di Desa Jono Oge belum dapat dikelola. Akan tetapi, ditemukan ada 3 petani Jono Oge yang tetap melakukan kegiatan usahatani untuk menyediakan pasokan cabai merah keriting meski berada di luar dari wilayah Desa Jono Oge yaitu Desa Watunonju, Desa Kabobona dan Desa Pombewe melalui pedagang pengepul/pedagang pengecer hingga konsumen akhir dengan produksi rata-rata sebesar 1.833,33 kg dari luas lahan 1,5 ha. Manajemen rantai pasokan cabai merah keriting pasca bencana merupakan suatu konsep yang memiliki sistem pengaturan yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi serta aliran keuangan dalam proses distribusi buah cabai merah keriting. Aliran buah terjadi dari hulu ke hilir berupa buah cabai merah keriting yang segar, aliran informasi terjadi dari hulu ke hilir dan sebaliknya yaitu dari petani sebagai produsen dan setiap mata rantai yang yang telibat dalam rantai pasokan cabai merah keriting, sementara aliran keuangan dari hilir ke hulu yaitu konsumen membayar ke pedagag pengecer/pedagang pengepul, selanjutnya pedagang pengecer/pedagang pengepul membayar ke produsen cabai merah keriting. Efisiensi pasokan cabai merah keriting dapat diukur dengan pendekatan efisiensi pemasaran. Metode analisis untuk mengetahui efisiensi pemasaran cabai merah keriting menggunakan marjin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran. Hasil dari analisis efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa saluran I (Petani - Pedagang Pengepul - Pedagang Pengecer) merupakan saluran pemasaran yang paling efisien karena memiliki marjin pemasaran terendah (Rp10.000,00-), farmer’s share terbesar (75,00%) dan rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran terbesar (Rp17,26-).

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up