| JudulEKSPLORASI MIKORIZA ARBUSKULA INDIGENOUS ASAL RHIZOSPHERE TANAMAN KELOR (Moringa Oleifera) PADA BEBERAPA LAHAN TERDAMPAK LIKUIFAKSI |
| Nama: SALWA NABITA NABILA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Salwa Nabita Nabila (E 281 22 026). Eksplorasi Mikoriza Arbuskula Indigenous Asal Rhizosphere Tanaman Kelor (Moringa oleifera) pada Beberapa Lahan Terdampak Likuifaksi (dibimbing oleh Iskandar M. Lapanjang, dan Nuraeni). Fungi mikoriza arbuscular merupakan salah satu kelompok jamur tanah biotrof obligat yang bersimbiosis dengan akar tanaman. Fungi ini pada umumnya ditemukan. pada spesies tanaman tingkat tinggi yang tumbuh pada berbagai tipe habitat dan iklim. Penyebaran mikoriza bervariasi tergantung pada iklim, lingkungan, dan jenis penggunaan lahan. Mikoriza indigenous memiliki potensi besar sebagai pupuk hayati (biofertilizer), karena merupakan sumber mikroorganisme tanah yang berperan penting dalam siklus unsur hara. Mikoriza ini membantu memfasilitasi penyerapan nutrisi dari tanah, sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman dan memperbaiki struktur tanah. Penelitian ini bertujuan untu mengetahui keanekaragaman berbagai genus FMA pada daerah rizosfer tanaman kelor di lahan yang terdampak likuifaksi. Serta mengetahui tingkat kolonisasi fungi mikoriza arbuskula dengan tanaman Pueraria javanica. Penelitian ini dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Green House JI. Uwe Goyo, Tondo, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, untuk proses kultur trapping, Laboratorium Agroteknologi Fakultas Pertanian untuk proses isolasi dan identifikasi FMA, serta di Laboratorium Terpadu Universitas Tadulako untuk proses pengamatan kolonisasi akar tanaman Pueraria javanica. Penelitian berlansung dari bulan Juli hingga November 2025. Penelitian. ini menggunakan metode eksplorasi dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), pola non faktorial terdiri dari 5 perlakuan, yaitu Tondo, Petobo, Jono Oge, Balaroa, dan Llolu. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap percobaan menggunakan. 4 pot tanaman sehingga total keseluruhan unit percobaan adalah 100 pot tanaman. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). hasil analisis sidik ragam berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5% untuk mengetahui perbedaan dari masing-masing perlakuan terhadap variable yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapaat perbedaan jumlah spora FMA pada setiap sumber inokulum, terutama sumber inokulum asal Lolu yang menghasilkan spora tertinggi setelah kultur, yaitu sebanyak 360 spora per 10 g tanah. Didapatkan perbedaan kemampuan tumbuh tanaman Pueraria javanica dari beberapa sumber inokulum, terutama pada asal rizosfer Jono Oge yang menghasilkan tinggi tanaman paling tinggi dari semua umur pengamatan. Kata Kunci: Spora FMA, metode kultur trapping, rizosfer tanaman kelor, Pueraria javanica, kolonisasi akar |