| JudulIDENTIFIKASI JAMUR ASAL RHIZOSFER PADI GOGO (Oryza Sativa L.) DI DESA KADUWA’A KECAMATANLOREUTARAKABUPATENPOSO |
| Nama: SALAISYAH IMANI FATIHAH |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Rhizosfer merupakan daerah di sekitar perakaran tanaman yang menjadi daerah ideal bagi berkembangnya mikroba tanah, termasuk di dalamnya agensia hayati. Salah satu mikroorganisme yang hidup di daerah rizosfer yang kaya akan mineral dan nutrisi. Jamur rizosfer membantu pertumbuhan tanaman melalui berbagai mekanisme seperti peningkatan penyerapan nutrisi, sebagai pengendali terhadap serangan patogen, dan penghasil hormon pertumbuhan bagi tanaman. Karakteristik makroskopis dilihat dari bentuk jamur, warna jamur, ukuran jamur dan jumlah jamur. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik jenis-jenis jamur yang terdapat di area rhizosfer tanaman padi gogo (Oryza sativa L.) di Desa Kaduwa’a Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dan pengambilan sampel tanah dilakukan dengan cara purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah dan Laboratorium Hama dan Penyakit, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Sampel tanah yang digunakan pada penelitian berasal dari Desa Kaduwa’a Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso. Penelitian ini dimulai dari bulan Desember sampai April 2025. Berdasarkan hasil penelitian mengenai identifikasi jamur asal rhizosfer padi gogo (Oryza sativa L.) di Desa Kaduwa’a, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso telah ditemukan sebanyak 319 koloni jamur yang terdiri atas tiga genus yang berhasil diidentifikasi dari area rhizosfer, yaitu Aspergillus sp., Penicillium sp., dan Trichoderma sp. Karakteristik makroskopis jamur yang ditemukan dari area rhizosfer menunjukkan variasi bentuk koloni, antara lain: bulat (circular), bulat bertepi, bulat tidak beraturan, dan bulat dengan pinggiran bergerigi. Warna koloni yang teramati meliputi: hijau muda dengan pinggiran putih, coklat dengan pinggiran abu-abu, oranye dengan pinggiran putih, hitam dengan pinggiran abu-abu, putih susu, hitam kecoklatan dengan pinggiran putih menyerupai serat kapas, serta abu-abu dengan pinggiran putih. Diameter koloni yang ditemukan bervariasi, yaitu 0,1 mm, 1 mm, 2 mm, 2,5 mm, dan 1–6 cm. |