| JudulPENGARUH LAMA PEMBERIAN LARUTAN HARA DAN KONSENTRASI KNO3 TERHADAP HASIL TANAMAN MELON (Cucumis Melo L.) |
| Nama: YULI LESTARI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Yuli Lestari (E28121075). Pengaruh Lama Pemberian Larutan Hara dan Konsentrasi KNO3 Terhadap Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.), Dibimbing oleh Bapak Syamsuddin Laude dan Bapak Abdul Hadid, 2026. Buah melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu jenis buah yang banyak diminati semua kalangan masyarakat sehingga memiliki nilai ekonomis tinggi dan dapat dibudidayakan sepanjang musim budidaya tanaman melon memerlukan waktu yang relatif pendek berkisar 60 hari dan tidak tergantung musim sehingga dapat di produksi sepanjang tahun melon mempunyai pasar di dalam negri yang cukup luas dan terus berkembang seiring peningkatan permintaan buah melon di dalam negeri maupun luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi lama pemberian larutan hara dan konsentrasi KNO3 terhadap hasil tanaman melon (Cucumis melo L.). Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Kebun Akademik, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Waktu pelaksanaan Penelitian pada bulan Mei sampai Agustus 2024. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Petak Terpisah (split plot) yang terdiri dari 2 faktor dimana Konsentrasi KNO3 sebagai petak utama yaitu K0 = Kontrol, K1 = KNO3 850 ppm, K2 = KNO3 1.000 ppm, K3 = KNO3 1.150 ppm K4 =1.300 ppm K5 = 1.450 ppm dan lama pemberian larutan hara sebagai anak petak yang terdiri dari 2 taraf yaitu D1 = (2.0 menit, 2.5 menit, 4.0 menit, 4.5 menit) durasi penyiraman dan D2 = (2.3 menit, 3.8 menit, 5.1 menit, 5.3 menit) yang di ulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Data yang diperoleh di analisis statistik dengan sidik ragam uji F 5% apabila perlakuan terdapat pengaruh nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji bedanyata jujur (BNJ) pada taraf 0,05 guna mengetahui perlakuan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi terhadap lama pemberian larutan hara 2,3; 3,8; 5,1; dan 5,3 menit (D2) dan konsentrasi 1.150 ppm (K3) dengan tinggi tanaman (282,3 cm), Pada parameter jumlah bunga betina terdapat faktor tunggal dengan perlakuan lama pemberian larutan hara durasi 2,3; 3,8; 5,1 dan 5,3 menit (D2) menunjukkan jumlah bunga betina lebih banyak yakni 33,69 bunga, sedangkan pada parameter (jumlah buah, diameter buah dan berat buah) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap perlakuan yang diberikan. |