| JudulIDENTIFIKASI BAKTERI ASAL RIZOSFER PADI GOGO (Oryza Sativa L.) DI DESA AMPERA KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI |
| Nama: RIFAL WAHYUDI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Rifal wahyudi (E 281 21 062). “Identifikasi Bakteri Asal Rizosfer Padi Gogo (Oryza sativa L.) di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Bakteri adalah organisme prokariotik bersel tunggal dengan jumlah kelompok paling banyak dijumpai di tiap ekosistem. Terdapat tiga bentuk dari bakteri, yaitu: basil (batang), kokus (bulat) dan spirila (spiral). Beberapa spesies bakteri yang berasal dari akar dan tanah tanaman mempunyai kemampuan sebagai insektisida, fungisida, pupuk hayati, dan merangsang pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Beberpa Karakteristik Bakteri asal rizosfer yang terdapat pada tanaman padi gogo di Desa Ampera Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Eksploratif dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Sampel tanah yang diambil berdasarkan pada lima galur padi gogo, sampel tanah yang digunakan yaitu tanah tidak utuh dengan kedalaman pengambilan sampel 0-20 cm. Pengambilan sampel tanah dilakukan di Desa Ampera Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, kemudian analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah, dan Laboratorium Hama Penyakit Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai Februari 2025. Hasil analisis pH H2O pada sampel tanah padi gogo Pulu Tau Leru, Delima, Pulut Bolobo, dan Bohe UT berada pada kisaran agak masam dan pada sampel tanah padi gogo Pare Pulu Bongo pada kisaran masam. Sedangkan analisis pH KCL pada sampel tanah padi gogo Pulu Tau Leru , Delima, Bohe UT berada pada kisaran masam, Pare Pulu Bongo sangat masam dan Pulut Bolobo agak masam. Berdasarkan hasil C-Organik pada kelima sampel tanah padi gogo memiliki kriteria sangat rendah. Beberapa faktor yang mempengaruhi pH dan C-Organik yaitu pada pengolahan tanah yang tidak tepat, ketersediaan bahan organik rendah, kadar air rendah, dan lain sebagainya. Jumlah keseluruhan isolat yang teridentifikasi sebanyak 1.538 isolat dan berdasarkan pengamatan dari ciri morfologinya yang di dapatkan meliputi bentuk : Bulat halus, bulat bening, panjang seperti benang, lonjong, bulat bergerigi, dan bulat bertepi, warna : Putih susu, cream, kuning, dan abu-abu dengan pinggiran yang berwarna putih, Elevasi : Cembung dan datar, cekung, cembung cekung, dan cekung datar, ukuran koloni : Titik-titik kecil, sedang dan besar |