Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulSERAPAN UNSUR HARA FOSFOR SERTA RESPON TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L.) PADA BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM
Nama: UMI WAHYU WIGATI
Tahun: 2026
Abstrak
Umi Wahyu Wigati (E 281 21 019). Serapan Unsur Hara Fosfor Serta Respon Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) Pada Berbagai Komposisi Media Tanam (dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Abdul Rahim Taha, M.P dan Moh. Adnan Khaliq, S.P., M.P) . Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahan yang umumnya digunakan sebagai bahan baku tambahan dan penyedap makanan. Upaya pemerintah mengatasi peningkatan harga cabai dengan melakukan berbagai cara seperti peningkatan luas tanam cabai pada musim hujan, dan melakukan pengaturan luas tanam produksi cabai pada saat musim kemarau. (Saptana et al., 2005). Dalam upaya untuk meningkatan hasil dengan memperluas lahan pertanian dan praktik budidaya yang lebih intens, bertabrakan dengan ketersediaan lahan yang tidak cukup memadai, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Namun ada beberapa alternatif yang dapat digunakan seperti pemanfaatan pekarangan, lahan-lahan sub optimal maupun di areal perkotaan dalam bentuk urban farming. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Akademik, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Waktu penelitian dimulai bulan September 2024, Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas satu faktor, yaitu: K0 = Tanah Lapisan Atas (1), K1 = Tanah Lapisan Atas, pupuk limbah kotoran kambing, pasir (1:1:1), K2 = Tanah Lapisan Atas, pupuk limbah kotoran kambing, arang sekam (1:1:1), K3= Tanah Lapisan Atas, pupuk limbah kotoran kambing, kokopit (1:1:1), K4 = Tanah Lapisan Atas, pupuk limbah kotoran kambing, pasir, arang sekam (2:2:1:1), K5 = Tanah Lapisan Atas, pupuk limbah kotoran kambing, pasir, kokopit (2:2:1:1), K6 = Tanah Lapisan Atas, pupuk limbah kotoran kambing, arang sekam, kokopit (2:2:1:1) Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 28 tanaman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemberian komposisi media tanam K3 (Tanah lapisan atas, pupuk kandang kambing, kokopit (1:1:1)) Memperoleh nilai rata-rata tertinggi pada parameter pengamatan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang primer, berat basah, berat kering tanaman dan Serapan Fosfor. Pemberian komposisi media tanam K0 (Tanah lapisan atas), K2 (Tanah lapisan atas, pupuk kandang kambing, arang sekam (1:1:1), K3 (Tanah lapisan atas, pupuk kandang kambing, kokopit(1:1:1)), K4 (Tanah lapisan atas, pupuk kandang kambing, pasir, arang sekam (2:2:1:1)), K5 (Tanah lapisan atas, pupuk kandang kambing, pasir, kokopit (2:2:1:1) dan K6 (Tanah lapisan atas, pupuk kandang kambing, arang sekam, kokopit (2:2:1:1)) mengasilkan pH tanah dalam kategori Netral dengan nilai rata-rata 7 (Netral). Parameter pengamatan P total memperoleh nilai tertinggi pada Komposisi media tanam K2 (Tanah lapisan atas, pupuk kandang kambing, arang sekam (1:1:1) dengan nilai rata-rata 54,23. Kata Kunci: Cabai Rawit, Pupuk Kendang Kambing, Kokopit, Arang Skam Padi, Pasir, Tanah Lapisan Atas

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up